Share

Tragedi Situ Gintung Masih 'Hantui' Warga Cireundeu

Prasetyo Prayogo, Okezone · Jum'at 26 Maret 2010 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2010 03 26 338 316242 WFxXeaLQvi.jpg Tragedi Situ Gintung (Foto: Heru Haryono/Okezone)

TANGERANG- Besok, tanggal 27 Maret 2010, tepat setahun terjadinya tragedi jebolnya Situ Gintung berlalu.

Pada peristiwa itu ratusan orang terenggut nyawanya akibat terseret arus air bah dari Situ Gintung yang meluap akibat tanggul yang jebol. Selain merenggut puluhan nyawa, tragedi Situ Gintung juga menghanyutkan 614 rumah.

Saat ini Korban Situ Gintung masih tinggal di tempat penampungan yang disediakan oleh pemerintah yaitu di Kertamukti I dan Kertamukti II, Ciputat, Tangerang.

Mahyadi (42), salah satu korban Situ Gintung mengaku masih trauma jika mengingat peristiwa tersebut. “Saya sampai sekarang masih takut lewat jalanan di sekitar Situ, entah kenapa jantung saya berdebar kalau lewat jalan itu. Tapi karena terpaksa, setiap hari saya harus lewat jalan itu karena tempat kerja saya harus lewat jalan itu,” ujarnya.  

Aldi, bocah 5 tahun yang sempat terseret arus pada peristiwa Situ Gintung sampai saat ini harus rutin mendatangi psikiater dua pekan sekali karena trauma. Menurut Johan, ayah Aldi, anaknya akan terus menjerit dan menangis bila mendengar suara gemuruh air baik itu suara dari keran air maupun suara hujan.

 

“Anak saya sampai saat ini tidak pernah mau masuk ke dalam kamar mandi karena takut, dan terpaksa mandinya hanya di lap saja,” ujarnya. Ketika ditanyakan masalah biaya psikiater, Johan mengaku biaya konsultasi psikiater anaknya itu gratis karena dibantu oleh sebuah LSM.

 

Lain lagi dengan cerita Wina yang kehilangan ketiga anaknya, dia mengatakan masih sering teringat tragedi Situ Gintung dan terkadang masuk ke dalam mimpinya. “Jujur saya sudah ikhlas kehilangan anak saya, tapi entah kenapa kalau ingat kenangan malamnya itu suka kebawa mimpi,” tambahnya.

 

Sampai saat ini menurut data yang ada, korban Situ Gintung yang masih tinggal di Kertamukti I dan II sebanyak 598 KK yang sebelumnya dari 614 KK. Menurut Wahyudin, petugas pendataan Kertamukti I dan II, sisanya sudah punya rumah sendiri dan sebagian lagi ada yang memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini