Korban Situ Gintung Pertanyakan Tempat Tinggal

Carolina, Okezone · Sabtu 27 Maret 2010 09:06 WIB
https: img.okezone.com content 2010 03 27 338 316674 8ycBedOWqz.jpg Tanggul Situ Gintung jebol (Foto: okezone)

TANGERANG - Sulit melupakan tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung. Ini yang dialami karsim beserta keluarganya. Meski setahun lewat, kenangan buruk itu masih membekas di kepalanya.  

Meksi dia dan istrinya selamat, Karsim mengaku tidak bisa mengubur kenangan pahit saat banyak tetangganya terbawa arus di subuh itu.

 

Warga Cirendeu RT 01/08 ini bersama istrinya sudah menyelamatkan diri terebih dulu. Rumahnya yang bersebelahan dengan tanggul sudah terasa bergetar, apalagi dia melihat tanah-tanah di dekat tanggul sudah runtuh.

 

“Saya merasakan ada getaran dan saya berinisiatif langsung mengungsi,” katanya mengenang.

Benar saja, peristiwa dasyat itu terjadi. Dia melihat air begitu kencang menerjang rumah warga yang berada di sekitar situ. Hal ini membuatnya masih trauma. “Saya benar-benar bersyukur masih diberi kesempatan hidup,” katanya lagi.

Setahun berlalu, Karsim mengaku penderitaan belum berakhir. Setidaknya ini terlihat dari rehabilitasi yang dilakukan pemerintah. Dia pun terancam tergusur.

 

Hampir setahun berlalunya peristiwa itu, kini pemerintah mulai membangun lokasi tersebut. Rumahnya terasa begetar jika alat-alat berat sedang bekerja. Tidak hanya itu, dia juga mengaku belum mengetahui lokasi itu nantinya akan dibangun apa. “Saya belum tahu, tapi katanya rumah saya akan kena pembebasan,” ujar Karsim pelan, Sabtu (27/3/2010).

Sementara itu pengungsi Situ Gintung mengaku meminta kejelasan nasib soal tempat tinggal. Setidaknya 598 kepala keluarga hingga kini yang masaih tinggal di pengungsian.

 

Sebelumnya, Asisten Daerah I, Ahadi mengatakan penyerahan pengelolaan rusunawa Situ Gintung, Serua, Ciputat, Kota Tangerang Selatan dari pemerintah pusat kepada pemerintah Kota Tangerang Selatan masih belum ada kejelasan.

 

“Sampai saat ini belum dilakukan penyerahan rusunawa dari Kementerian Perumahan Rakyat (Menpera) kepada Pemkot Tangsel. Kita masih menunggu sinyal dari Menpera," ujar Asda I Pemkot Tangsel Ahadi.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini