Share

Wali Kota Tangerang Tetap Gusur Warga Cina Benteng

Prasetyo Prayogo, Okezone · Senin 26 April 2010 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2010 04 26 338 326548

TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang tetap akan menggusur bangunan warga Cina Benteng yang berada di bantaran Sungai Cisadane, Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Menurut Wali Kota Tangerang, Wahidin Halim, pembongkaran akan tetap dilakukan, karena keberadaan mereka melanggar peraturan. “Kami akan membongkar bangunan di sepanjang Sungai Cisadane di Neglasari,” ungkap Wahidin kepada wartawan, Senin (26/4/2010).

Dia menerangkan, warga yang tinggal di Sungai Cisadane adalah masyarakat Tangerang. “Dari data yang diperoleh, ada sekira 1.000 warga yang menempati lahan seluas 10 hektar itu. Dari 1.000 warga, hanya 180 orang saja yang merupakan etnis Cina Benteng. Sementara, sisanya adalah perbauran dari berbagai latar masyarakat. Hal ini, sebaiknya jangan diperdebatkan, apalagi dipolitisasi,” ujar Wahidin.

Wahidin menambahkan, walaupun masyarakat memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK), mereka tetap saja berada di lahan negara. “KTP dan KK merupakan hak bagi masyarakat untuk memilikinya. Tapi jangan disalahartikan jika mempunyai KTP dan KK, berhak mendirikan bangunan di atas lahan negara,” paparnya.

Mereka sebelumnya tinggal di bantaran Sungai Cisadane di Benteng Makasar. Setelah ditertibkan, mereka kemudian pindah ke bantaran sungai di Neglasari. “Ini merupakan program Pemkot Tangerang untuk memajukan Kota Tangerang. jadi kepentingan ini jangan disalahgunakan untuk kepentingan individu seperti tempat usaha (bisnis),” imbuhnya.

Wahidin menegaskan penertiban ini akan terus dilakukan apa pun konsekuensinya. Apa yang dilakukan Pemkot Tangerang, katanya, untuk kepentingan masyarakat Kota Tangerang sendiri dan untuk kebanyakan masyarakat, bukan untuk kelompok-kelompok tertentu.

Saat ditanya kapan waktu penggusuran, Wahidin belum bisa memastikan, kapan tanggal pastinya. Namun ia menegaskan penggusuran akan dilakukan dalam pekan ini.

Pada pemberitaan sebelumnya, sebanyak sembilan anggota DPR RI mengunjungi masyarakat yang berada di bantaran Sungai Cisadane. Anggota DPR meminta pembongkaran dihentikan terlebih dahulu, hingga perundingan dengan DPR selesai.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini