nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

JPTS: Jangan Sampai Pemilukada Tangsel Diulang

Hasan Kurniawan, Jurnalis · Minggu 14 November 2010 21:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2010 11 14 338 393208 WOdmMYMdTt.jpg (Foto: Koran SI)

TANGERANG - Sekretaris Jendral (Sekjen) Jaringan Pemilih Tangerang Selatan (JPTS) Ali Irvan mengatakan, hasil Pemilukada Tangerang Selatan (Tangsel) sangat rawan konflik yang akan berujung di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kemungkinan Pilkada Tangsel diulang seperti di Pandeglang cukup besar, mengingat banyaknya indikasi-indikasi kecurangan yang terjadi selama proses Pemilukada. Jika itu terjadi, kita tidak memiliki anggaran yang cukup untuk mengulang Pemilukada Tangsel kembali,” ujar Ali saat dihubungi okezone, Minggu (14/11/2010).

Potensi dimajukannya gugatan ke MK oleh salah satu pasangan calon yang kalah besar, mengingat selisih suara sangat tipis antara pasangan nomor urut tiga Arsid dan Andre Taulany dengan pasangan nomor urut empat Airin Rachmi Diany dan Benyamin Davnie yang hanya 1 persen.

“Hal itu sangat berpotensi menimbulkan konflik dan menimbulkan upaya sistematis dari pasangan calon yang kalah untuk melakukan gugatan ke MK. Indikasi kecurangan lainnya adalah mundurnya penghitungan suara yang harusnya dilakukan kemarin menjadi sekarang,” tambah Ali.

Indikasi kecurangan lainnya adalah dikumpulakannya seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel pasca-penghitungan suara di masing-masing TPS yang diduga dilakukan oleh salah satu pasangan calon.

“Hal ini sangat rawan intervensi birokrasi. Kita berharap, semua pihak bisa mengontrol dan mengawasi proses penghitungan suara yang dilakukan KPUD Tangsel. Jangan sampai Pemilukada Tangsel berakhir di MK dan diulang seperti di Pandeglang,” terangnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini