Penutupan Lokalisasi Persulit Kontrol Kesehatan

K. Yudha Wirakusuma, Okezone · Senin 29 November 2010 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2010 11 29 338 398292 JkCzzDi8iQ.png Ilustrasi (Ist)

JAKARTA - Beberapa pusat lokalisasi yang di bubarkan di Indonesia memang tidak hanya berdampak positif, namun ada juga dampak negatifnya.

Kasubid Kesehatan Seksual Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wahyuni mengaku penutupan lokalisasi juga berdampak buruk terhadap pengawasan, salah satunya penyebaran penyakit.

"Lokalisasi yang dibubarkan terus terang kami sedih karena kontrol kesehatan berkurang," paparnya saat berbincang dengan okezone di kantornya, Senin (29/11/2010).

Dia menjelaskan, usia prostitusi di dunia itu sudah teramat tua. Dengan demikian urusan sensitif yang satu ini memang agak sulit untuk dihilangkan dari budaya masyarakat. "Paling mereka hanya berpindah tempat. Buat saya, tempat prostitusi yang dibubarin bukan solusi," imbuhnya.

Seperti di Koja, Jakarta Utara, sambungnya, Kramat Tunggak ditutup dan dijadikan masjid. Namun praktik-praktik prostitusi bukan hilang melalui penutupan lokalisasi.

Lebih lanjut Wahyuni mengkritisi penggunaan kondom. "Kita nggak boleh anjurkan penggunaan kondom. Kondom hanya buat keluarga dan pasangan resmi. Kalau pemakaian kondom di tempat lokalisasi nggak bisa lewat kami. Tapi LSM datang ke lokalisasi. Tujuannya supaya tidak terkena penyakit HIV/AIDS," bebernya.

(ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini