Nur Mahmudi Dihadiahi Keranda Jenazah

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Kamis 20 Januari 2011 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2011 01 20 338 416065 i14XSVDFMQ.jpg Nur Mahmudi Ismail (Ist)

DEPOK - Gelombang penolakan pelantikan wali kota dan wakil wali kota Depok terpilih, Nur Mahmudi Ismail-Idris Abdul Somad terus disuarakan oleh berbagai kelompok dan pendukung para pasangan calon yang kalah dalam Pemilukada.

Ratusan orang yang tergabung dalam Dewan Presidium Rakyat Depok Menggugat berunjuk rasa menolak pelantikan yang akan digelar pada 26 Januari mendatang. Massa memulai aksi dari pertigaan Ramanda-Jalan Margonda raya hingga membuat kemacetan. Massa juga datang membawa keranda jenazah diselimuti kain hitam.

Massa memulai aksi dengan berorasi di jalan raya dan berakhir dengan pembakaran ban bekas di Balai Kota Depok. Koordinator aksi Kasno mengatakan, keranda jenazah diberikan sebagai simbol matinya penegakan hukum hingga pelantikan akan dilaksanakan padahal putusan Mahkamah Agung (MA) belum keluar.

Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam Negeri didesak untuk menunda pelantikan hingga keputusan MA terkait dua fakta hukum di PTUN Jawa Barat maupun Mahkamah Konstitusi (MK) keluar. "Kami tetap usung penolakan pelantikan Nur Mahmudi, kalau tetap dilantik wali kota nanti akan cacat hukum," ujarnya dalam orasi di Balai Kota Depok, Kamis (20/1/2011).

Selanjutnya massa pun membakar keranda yang terbuat dari kayu tersebut. Unjuk rasa berakhir ricuh saat polisi unit huru-hara hendak menghentikan pembakaran ban bekas. Sekedar diketahui, Pemilukada Depok digelar 16 Oktober 2010 lalu dan berakhir sengketa di MK. Pasangan Nur Mahmudi-Idris yang diusung PKS dan PAN berhasil unggul, tiga pasangan lainnya.

(ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini