Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Korban Mutilasi

Hasan Kurniawan, Okezone · Selasa 15 Maret 2011 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 15 338 435009 WJ2eVqG3YM.jpg Ilustrasi

TANGERANG- Polresta Tangerang Kabupaten hingga kini belum bisa mengungkap identitas korban mutilasi di tepi pantai Tanjung Pasir, Kampung Garapan, RT  02/06 Desa Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, yang diduga merupakan korban mutilasi.

Kapolresta Tangerang Kabupaten Kombes pol Wahyu Widada mengatakan, pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin dalam  mengungkap identitas dan mencari keluarga korban dengan melakukan tes DNA di RSCM, Jakarta. Serta menanyakan kepada penduduk sekitar namun tidak ada yang mengakuinya.

“Kita butuh pembanding dengan DNA keluarga korban, sementara hingga saat ini belum ada laporan dari pihak keluarga yang merasa kehilangan. Kalau di Indonesia ini ada database DNA mungkin bisa diketahui siapa korban ini,” ujarnya kepada Okezone, Selasa (15/3/2011).

Menurutnya, korban berasal dari luar Tangerang. Jenazah tersebut diduga hanyut dari laut hingga terbawa ke tepi pantai Tanjung Pasir. Sebab pada malam hari air laut mengalami pasang, dan kemungkinan potongan tubuh yang dibungkus plastik ini terbawa arus dari arah Barat laut dan tersangkut di pantai.

“Kemungkinan korban berasal dari luar Tangerang," jelasnya.

Sementara menurut dokter forensik di RSCM, potongan tubuh korban yang sudah membusuk itu diperkirakan sudah dibuang sejak 3-6 bulan. “Kondisinya sudah rusak. Tapi karena dibungkus plastik, jadi agak lama membusuknya,” tambah Wahyu.

Kendati begitu, Wahyu mengaku terus melakukan penyelidikan dan berusaha mengungkap kasus mutilasi yang menggegerkan Tangerang itu.

“Laporan-laporan yang kami dapat akan kita tidak lanjuti. Sebelumnya kita juga dapat laporan dari Kepolisian di Serang dan Lampung yang juga menemukan potongan tubuh, tapi tidak cocok dengan potongan tubuh yang kita temukan,” tandasnya.

Sebelumnya, warga pinggir pantai Tanjung Pasir digegerkan dengan temuan potongan tubuh wanita yang menyatu dengan sampah-sampah dalam keadaan sudah hancur dan sulit dikenali pada Minggu, Februari lalu. Hingga kini, identitas potongan tubuh yang berjenis kelamin wanita itu belum terungkap.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini