"Kalau Rakyat Sejahtera Teror Bom Tak Akan Muncul"

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Jum'at 18 Maret 2011 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 18 338 436272 rULonItCBo.jpg ilustrasi

DEPOK - Dari kacamata intelijen, ancaman dan teror bom yang marak di Indonesia dilakukan oleh teroris. Bahkan tak sedikit yang menyebut didalangi oleh Jamaah Islamiyah (JI) atau pendukung terdakwa teroris Abu Bakar Baasyir.

 

Namun jika dilihat dari kacamata budaya atau sosial tentu berbeda. Peneliti Kajian Budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati menilai, secara makro ancaman teror bom yang marak terjadi dilatarbelakangi oleh perbedaan kasta atau kelas antara tiap level dan golongan di masyarakat.

 

Ketimpangan sosial atau kesenjangan sosial dinilai Devie sebagai faktor utama pemicu kekesalan para teroris yang mengirimkan paket bom buku ke banyak lokasi. Bahkan Devie yakin bahwa khusus bom untuk Jaringan Islam Liberal (JIL), ditujukan untuk Ulil Abshar Abdala yang duduk sebagai elite politik.

 

“Ini ada kesenjangan sosial, kalau ada kesejahteraan yang cukup, tidak akan muncul teror seperti ini, kewajiban pemerintah bagaimana caranya meyakinkan kepada masyarakat untuk dapat hidup layak,” katanya kepada okezone, Jumat (18/3/2011).

 

Tak hanya itu, Devie juga mengungkapkan era globalisasi memunculkan fundamentalis baru. Untuk Indonesia, ternyata yang muncul adalah fundamentalis Islam dan banyak pihak yang menggunakan isu agama.

 

“Kalau di Spanyol, kenapa Islam sedikit? Karena kalau baca sejarahnya, di sana dulu penyebaran Islam menggunakan cara kekerasan dan tidak berhasil, beda dengan Indonesia yang dengan cara damai dan humanis, tetapi kalau teroris niatnya jihad dan syiar, ini adalah syiar yang gagal,” tandasnya.

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini