Warga Doa Bersama di Prasasti Bendungan

Hasan Kurniawan, Okezone · Minggu 27 Maret 2011 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 27 338 439353 ZK9G3qO6o4.jpg (foto:okz)

TANGERANG- Puluhan warga kampung Gintung, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menggelar doa bersama di prasasti bendungan Situ Gintung memperingati peristiwa jebolnya tanggul yang menewaskan hampir seratusan orang itu.

Suair, ketua Dewan Pembina Situ Gintung Community Development Forum mengatakan, mereka (korban) yang tercatat dalam prasasti ini, merupakan korban tewas yang akan selalu menjadi kenangan dalam peristiwa jebolnya tanggul Situ Gintung.

"Peringatan jebolnya tanggul Situ Gintung ini rutin kita adakan untuk mengenang korban jiwa dalam peristiwa itu," ujarnya, kepada Okezone, ditemui saat doa bersama peringatan dua tahun jebolnya tanggul Situ Gintung, Minggu (27/3/2011).

   

Dalam prasasti itu tercatat, 84 orang meninggal dunia karena diterjang air bah akibat jebolnya tanggul Situ Gintung, pada 27 Maret 2009. Terdiri dari 56 korban perempuan, 28 korban pria, tiga korban dikenali dan tiga korban hingga saat ini belum ditemukan. 

Prasasti yang terletak di bawah bendungan atau belakang masjid Jabal Rahma itu juga terdapat tugu bendungan Situ Gintung. Nantinya, di wilayah sekitar, akan menjadi lokasi wisata.

"Di kawasan ini, nanti akan dibangun  objek wisata untuk warga. Karena, lokasinya sudah di desain aman untuk tempat kumpul keluarga," tambahnya.

 

Rehabilitas bendungan Situ Gintung, dilakukan sejak 3 Desember 2009 dengan menghabiskan biaya sebesar Rp 91.773.756.000, mulai tahun 2009 hingga 2010 atau 619 hari.    

    

Selain menewaskan puluhan orang, tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung juga menghancurkan 312 rumah penduduk. Kendati begitu, Masjid Jabal Rahma tetap kokoh padahal jarak dengan tanggul hanya sekira 20 meter.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini