Pemprov Janji DKI Bebas Banjir Mulai Akhir 2011

Fitriyah Tri Cahyani, Okezone · Jum'at 13 Mei 2011 11:15 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 13 338 456665 nkEFFaCXJj.jpg Ilustrasi (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta menargetkan mampu menyelesaikan genangan jalan arteri dan kolektor di 84 lokasi, tahun ini.

 

Kepala Dinas PU DKI Jakarta Ery Basworo, menyatakan terdapat 123 lokasi genangan di lima wilayah DKI Jakarta. Dari jumlah itu, 39 lokasi diselesaikan pada tahun anggaran 2010.

 

Adapun rincian 84 lokasi itu, antara lain Jakarta Pusat sembilan lokasi, Jakarta Utara 15 lokasi, Jakarta Timur 18 lokasi, Jakarta Selatan 24 lokasi, dan Jakarta Barat 10 lokasi.

 

Penyelesaian genangan air itu, kata Ery, terbagi dalam tiga paket. Paket pertama senilai Rp55 miliar, paket kedua sebesar Rp50 miliar, dan paket ketiga anggarannya masih direncanakan.

 

“Terdapat delapan lokasi yang diprioritaskan sebab berada di lokasi banyak penduduk,” kata Ery.

 

Dijelaskan Ery, titik di Jakarta Pusat, bertempat di Jalan Jenderal Sudirman sisi timur (Senopati-Polda), Jalan Jenderal Sudirman sisi timur (Atma Jaya), Jalan Jenderal Sudirman sisi barat (Ratu Plaza), Jalan Jenderal Sudirman (Semanggi), Jalan Bendungan Hilir, Jalan Letjen Suprapto (Wisma Askes), Jalan Letjen Suprapto (Mis Cicih), Jalan Pangeran Jaya Karta (SPBU), dan Jalan Karet Pasar Baru Timur (terowongan Dukuh Atas).

 

Di Jakarta Utara; Jalan Bandengan Selatan, Jalan Sunter Permai (pengadilan), Jalan Yos Sudarso (Sunter Kirana), Jalan Hidup Baru, Jalan Kramat Raya (Islamic Center), Jalan Peganggsaan Dua (Onyar), Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan Yos Sudarso (Ajinomoto). Selanjutnya, Jalan Jembatan Tiga Sisi Barat, Jalan Raya Teluk Gong, Jalan Yos Sudarso (Wali Kota), Jalan Yos Sudarso (SPBU), Jalan Martadinata (Terminal), Jalan Gaya Motor I, dan Jalan Gaya Motor II.

 

Di Jakarta Timur; Jalan Perintis Kemerdekaan (Pulogadung), Jalan Perintis Kemerdekaan (Mediros), Jalan Perintis Kemerdekaan (SPBU), Jalan DI Panjaitan, Jalan DI Panjaitan-Kali Malang, Jalan I Gusti Ngurah Rai (Pulogadung), Jalan I Gusti Ngurah Rai (Jogya Plaza), Jalan Raden Inten, dan Jalan Raya Penggilingan. Kemudian, Jalan Penggilingan (pertigaan Kantor Wali Kota), Jalan Pramuka (sisi selatan), Jalan Dewi Sartika (SPBU), Jalan Bekasi Raya KM 18, Jalan Otista Raya (Wisma Rini), Jalan Bukti Duri, Jalan Mabes Hankam, Jalan Bekasi Timur IV, dan Jalan Mayjen Sutoyo.

 

Di Jakarta Selatan, Jalan Gatot Subroto (Jamsostek), Jalan Gatot Subroto (Ujung Muaria), Jalan Rasuna Said (Great River), Jalan Rasuan Said (Kedutaan Turki), Jalan MT Haryono (Pancoran), Jalan Kemang Raya, Jalan Mampang Prapatan-Duren Tiga, Jalan Tendean, Jalan Duren Tiga Heksa Ekalife, Jalan Mampng Prapatan VII, Jalan Tanjung Barat. Selanjutnya, Jalan Panglima Polim, Jalan Hang Jebat dan Hang Lekiu, Jalan Adityawarman, Jalan Mataraman dan Sriwijaya, Jalan Pejaten Barat, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Asem Baris.

 

Kemudian, Jalan Gudang Peluru, Jalan Iskandarsyah Raya, Jalan Simatupang, Jalan M Kafi, Jalan Iskandar Muda, dan Jalan Veteran. Adapun, di Jakarta Barat, Jalan Peta Barat, Jalan Rawa Buaya-Duri Kosambi, Jalan Ring Road Sisi Timur, Jalan Ring Road Sisi Barat, Jalan Kedoya Raya, Jalan Palmerah Raya Utara, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Mangga Besar Raya, Jalan Daan Mogod, dan Jalan Satu Maret.

 

Delapan lokasi unggulan, lanjut Ery, bertempat di Jalan DI Panjaitan-Cipinang Cempedak, Jalan DI Panjaitan-Cawang, Jalan Letjen Suprapto-Senen, Jalan Gunung Sahari-Industri, Jalan Gunung Sahari-Viaduk, Jalan Yos Sudarso-Sunter Kirana, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Suropati.

 

Dikatakan Ery, pengerjaan proyek dimulai Juli dan diperkirakan selesai empat sampai lima bulan mendatang. “Kami berjanji November atau akhir tahun tak ada genangan lagi di Ibu Kota,” ujar Ery.

(lam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini