Dituduh Maling Ayam, Siswa SD Disiksa

Taufik Budi, SUN TV · Sabtu 14 Mei 2011 06:02 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 14 338 457034 0WNPZbdSGn.jpg Ilustrasi

JAKARTA- Nasib malang dialami oleh Endang Lut Yuli Hermawan (11) dan Abdullah Muhaimin (12) warga Tlogorejo, Karangawen, Demak, Jawa Tengah. Keduanya menjadi korban penganiayaan oleh tetangganya, Sutejo karena dituduh mencuri ayam.

 

Abdullah Muhaimin bercerita kejadian berawal saat keduanya ingin membeli ayam di rumah Sutejo pada Jumat lalu. Namun saat sedang asik melihat ayam tiba-tiba, Sutejo menangkap keduanya dari arah belakang dan langsung digiring masuk ke rumah Sutejo. Didalam rumah Sutejo, kedua tangan dan kaki pelajar Sekolah Dasar (SD) ini diikat dengan tali plastik agar tidak lari.

 

Saat itu juga mereka mendapat penganiayaan, tidak hanya oleh Sutejo tapi juga oleh anak Sutejo, Ahmad Hilmi yang juga pengasuh pondok pesantren Al-Mubarok. Kepala Endang dan Muhaimin dibenturkan ke tembok. Perut keduanya ditendang berkali-kali agar mengaku telah mencuri ayam.

 

Hingga kini pundak kiri pelajar kelas 4 SD ini tidak dapat diturunkan setelah punggung dan lehernya diinjak. Sedangkan Endang, meski sempat mendapat perawatan medis kondisinya masih lemah dan belum dapat berjalan.

 

Ayah Muhaimin, Ali Sodikin saat ditemui mengatakan tidak terima anaknya mendapat penganiayaan hingga babak belur tanpa disertai bukti. Dia bertekad meminta ganti rugi dan melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.

 

Sutejo mengaku tidak berniat menganiaya keduanya, dia hanya merasa jengkel karena enam ekor ayam miliknya hilang dan tersisa empat. Hilangnya ayam milik Sutejo tak berapa lama sebelum Endang dan Muhaimin melihat ayam milik Sutejo.

 

Sutejo menambahkan dirinya telah berusaha menempuh jalur damai dengan keluarga korban. Namun keluarga korban ngotot meminta uang ganti rugi sebesar Rp 50 juta jika ingin laporan ke polisi dicabut. Padahal, Sutejo telah menanggung biaya pengobatan dan perawatan korban.(tri)

 

(opx)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini