nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKS Pastikan Nur Mahmudi Tak Maju di Pilgub DKI

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Senin 18 Juli 2011 20:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 07 18 338 481309 8lmhj0RhFg.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

DEPOK - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) heran muncul isu Wali Kota Depok Nur Mamudi Ismail yang juga mantan presiden Partai Keadilan (PK) akan maju dalam bursa pencalonan pemilihan Gubernur Jakarta.

Dewan Pimpinan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Depok menegaskan isu tersebut hanya isapan jempol dan tak benar Nur Mahmudi akan maju dalam Pemilukada DKI. Ketua DPD PKS Depok Suparyono mengatakan pihaknya tak pernah mendapatkan instruksi atau arahan dari propinsi maupun tingkat pusat terkait adanya pencalonan Nur Mahmudi.

Menurutnya, Nur Mahmudi pun mengaku heran mengapa namanya ramai dibicarakan menjadi kandidat DKI satu. “Untuk Nur Mahmudi, saya tegaskan bahwa DPD PKS tak mendukung maju jadi DKI I. Nur Mahmudi juga tak ada keinginan untuk itu, sampai hari ini saya pastikan tak ada, yang bersangkutan malah tanya ke saya, siapa yang melempar namanya, artinya kan dia sendiri nggak tahu, ini kerjaan orang,” tegasnya kepada wartawan, Senin (18/07/11).

Menurutnya, alasan Nur Mahmudi untuk tidak ingin mencalonkan diri dalam Pemilukada DKI lantaran masih ingin menyelesaikan tugas di Depok sebagai Wali Kota yang terpilih dua kali periode.

“Sebagai daerah penyangga DKI, gubernur nanti PKS yang jadi atau tidak, sebagai warga Depok harus support, sampai saat ini tak ada dari DPP, atau provinsi yang hubungi saya majunya Nur Mahmudi sebagai DKI satu, peluangnya besar untuk tidak maju, isu kan bisa saja ada pihak lain yang melemparkan,” jelasnya.

Suparyono memastikan PKS adalah partai yang bekerja dengan sistem dan selalu terbuka untuk berkoalisi dengan partai manapun.

“Di manapun kami siap berkoalisi karena kami memang tak akan bisa bangun hanya sendiri, memang aturan di internal PKS yang dibatasi adalah jabatan anggota dewan, hanya boleh 2 periode saja, kalau wali kota tak ada aturan,” tandasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini