Segera Rehabilitasi Kerusakan Daerah Pesisir Pantai

Iman Rosidi, Trijaya · Senin 25 Juli 2011 23:21 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 25 338 484170 kUIAn0jveA.jpg Ilustrasi (Ist)

JAKARTA - Indonesia memiliki lahan hutan dan terumbu karang terluas ketiga di dunia. Potensi yang besar ini, sayangnya telah banyak dieksploitasi untuk berbagai kegiatan pembangunan.

Berdasarkan data PPO LIPI dalam Status Lingkungan Hidup Indonesia tahun 2008, terumbu karang di Indonesia yang kondisinya sangat baik dan baik hanya 5,51 persen dan 25,48 persen, kondisi sedang berkisar 37,06 persen, sedangkan yang mengalami kerusakan sekitar 31,98  persen.

“Rehabilitasi pantai di daerah pesisir yang rusak menjadi kewajiban bersama khususnya Pemerintah Daerah yang memiliki kewenangan dalam merehabilitasi kerusakan suatu wilayah”. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta saat peresmian Program Aksi Rehabilitasi Pantai Entaskan Masyarakat Setempat (Rantai Emas) di Kampung Garapan, Desa Tanjung Pasir, Tangerang, dalam siaran persnya Senin (25/7/2011).

Kementerian Lingkungan Hidup, lanjutnya, berusaha mengembalikan nilai tambah ekonomis dengan memanfaatkan kembali lahan tambak yang rusak dengan perbaikan secara ekologis melalui rehabilitasi pantai dan penanaman mangrove.

Hal ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi utama dari lahan tambak sebagai habitat bagi kehidupan berbagai biota di dalamnya serta mengembalikan fungsi kawasan pantai bermangrove untuk menahan abrasi dan gelombang laut. ”Saya berharap kegiatan pemulihan ekosistem mangrove ini menjadi salah satu solusi yang tepat dalam rangka mengendalikan kerusakan lingkungan di wilayah pesisir," jelasnya.

Lebih lanjut, Gusti menjelaskan sumber daya alam di kawasan pantai yang berupa hutan bakau merupakan potensi sangat besar jika dikelola dengan baik. Namun akibat pengalihan lahan sebagian besar kawasan bakau tersebut untuk tambak dan kegiatan lainnya, maka berdampak pada kerusakan kawasan pantai.

Selain itu, kerusakan tersebut berdampak juga pada menurunnya produktivitas perairan di kawasan bakau tersebut baik secara kualitas maupun kuantitas. Pada akhirnya akan menurunkan hasil usaha perikanan dari para petambak. Di daerah Pantai Utara Pulau Jawa, sudah banyak tambak menjadi tidak produktif dan dibiarkan terbengkalai tanpa bisa dimanfaatkan kembali.

(ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini