Share

MA Sesalkan Langkah Prita ke KY

Kholil Rokhman, Koran SI · Jum'at 26 Agustus 2011 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 26 338 496701 kQlOapwOGO.jpg

JAKARTA - Ketua Mahkamah Agung (MA), Harifin A Tumpa, menyesalkan jalan pintas yang dilakukan pencari keadilan. Jalan pintasnya adalah melapor ke Komisi Yudisial (KY), padahal pencari keadilan tersebut masih bisa mengusahakan langkah hukum lanjutan.

Karena itu, Harifin juga menyesalkan langkah yang dilakukan Prita Mulyasari yang melaporkan hakim agung ke KY. Padahal, masih ada upaya hukum peninjauan kembali yang bisa diajukan Prita.

”Itu kan masih ada proses, proses itu nanti yang akan menentukan. Kadang-kadang orang yang masih ada proses hukum mau cari jalan singkat (ke KY),” kata Harifin seusai salat Jumat di Masjid Al Mahkamah Komplek Gedung MA, Jakarta, Jumat (26/8/2011).

Pernyataan Harifin tersebut menanggapi langkah Prita yang melaporkan hakim agung ke KY. Diketahui, terpidana kasus pencemaran nama baik, Prita Mulyasari mengadu KY atas putusan majelis hakim kasasi MA yang telah membuatnya menjadi terpidana. Pengaduan dilakukan 15 Agustus 2011 di Gedung KY.

Prita melaporkan tiga hakim agung tingkat kasasi yang telah menghukumnya dengan hukuman percobaan 6 bulan. Ketiga hakim agung yang dilaporkan ke KY adalah Imam Harjadi, Zaharuddin Utama, dan Salman Luthan. Pihak Prita menduga ada pelanggaran etik yang dilakukan majelis hakim. Sebab, dalam memutus perkara, majelis hakim tidak melihat putusan kasus perdata yang memenangkan Prita.

Kasus Prita mencuat setelah dirinya diproses hukum karena menceritakan praktik tidak profesional yang dilakukan Rumah Sakit Omni Internasional. Pemberitahuan Prita menyebar melalui surat elektronik. Berdasarkan itu, Prita dituntut pidana dan perdata. Dalam perkara perdata Prita menang di tingkat kasasi. Tapi dalam perkara pidana Prita dinyatakan bersalah di tingkat kasasi.

(ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini