nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiap Malam, Perempuan Itu Muncul di TPU Pondok Ranggon

TB Ardi Januar, Jurnalis · Kamis 29 September 2011 12:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 09 29 338 508529 cvxURNDxxZ.jpg multiply (ilustrasi)

JAKARTA – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon yang terletak di kawasan timur Jakarta termasuk salah satu pemakaman luas di Jakarta. Di TPU tersebut, terdapat blok-blok pemakaman sesuai dengan agama dan keyakinan jenazah.

 

Lokasinya yang berada di pinggiran Ibu Kota dan cukup jauh dari jalan utama provonsi, membuat TPU Pondok Ranggon cukup sunyi jika waktu mulai memasuki malam hari. Terlebih, lampu penerang jalan pun terbilang minim. Yang nampak hanya lahan luas dihiasi batu-batu nisan.

 

Namun dibalik kesunyian TPU Pondok Ranggon, terdapat sebuah kisah yang belum diketahui banyak pihak. Sebagian pembaca mungkin beranggapan kisah tersebut berbau mistis. Perlu ditegaskan, tak ada unsur mistis dalam artikel ini, namun fakta, realita dan dapat dilihat dengan mata kita sendiri.

 

Jika anda melintasi jalan Pondok Ranggon yang sunyi, di bagian ujung jalan akan menemukan sekira 10 rumah yang lampunya menyala tak terlalu terang, bahkan kerlap-kerlip layaknya lampu disko. Di depan rumah, sejumlah perempuan berpakaian sexy yang berdadan menor pun kerap berkumpul.

 

Saat ditelusuri lebih dekat, sejumlah rumah yang tak terlalu besar ukurannya itu ternyata tempat karaoke yang memiliki nama berbeda-beda. Irama musik dangdut remix pun terdengar jelas saat pintu rumah terbuka.

 

“Mau karaokean Bang?” tanya seorang perempuan sebut saja Inne. Sambil menghisap sebatang rokok, perempuan berambut panjang ini langsung memilih untuk berbincang dengan dua teman satu profesinya dan seorang lelaki yang terlihat tak ramah.

 

Seperti sudah kenal lama, pria itu langsung merangkul perempuan ABG tadi dan masuk ke dalam rumah yang katanya tempat karaoke. Pemandangan hampir sama pun terlihat di beberapa rumah karaoke lainnya.

 

Namun, pemandangan seperti itu hanya terlihat pada malam hari hingga dini hari. Sedangkan pada pagi hingga petang hari, rumah-rumah itu terlihat sepi layaknya toko atau warung yang sedang tutup. Yang nampak hanya bungkus rokok dan kulit kacang sisa semalam yang mungkin belum sempat dibersihkan.

 

“Kalau malam di situ memang tempat karaokean cewek-cewek kayak begitu,” ujar seorang warga sekitar yang enggan disebut namanya. Pria penjual bensin eceran ini tidak menyangkal saat disinggung soal praktik prostitusi di rumah-rumah tersebut.

 

“Tahu sendiri lah Bang tempat kayak begituan mah. Kita mah udah maklumin saja lah,” tukasnya seraya menuangkan bensin ke sepeda motor.

 

Anda penasaran? Silakan melintas di TPU Pondok Ranggon pada malam hari.

 

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini