Pabrik Pengoplos Tabung Gas 50 Kg Digerebek

Hasan Kurniawan, Okezone · Kamis 06 Oktober 2011 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2011 10 06 338 511847 9jI1kfsiqE.jpg

TANGERANG- Sebuah pabrik pengoplos gas elpiji berukuran 50 Kilogram (kg) di Jalan Suradita, Cigobo, Cisauk, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), digerebek petugas Polsek Benteng, Kota Tangerang.

Kapolsek Benteng, AKP Iman Pribadi Santoso mengatakan, terbongkarnya jaringan pengoplos gas itu, berawal dari penangkapan sopir dan kernet mobil Carry bak terbuka, bernomor polisi B 9654 NAC yang membawa 21 tabung gas berukuran 50 kg, di Cikokol, Kota Tangerang.

"Awalnya kita mencurigai adanya tabung gas ukuran 50 kg yang dimuat dalam mobil pick up, di Cikokol, sedang mengarah ke Kota Tangerang," ujarnya kepada okezone, di Mapolres Metro Tangerang Kota, Kamis (5/10/2011).

Berdasarkan keterangan sopir dan kernet truk itu, petugas mendapatkan alamat rumah yang dijadikan pabrik pengoplos gas. Polisi kemudian melakukan pengembangan selama satu hari satu malam, di kawasan Cisauk.

Saat digerebek, petugas mendapati beberapa orang pekerja sedang mengoplos gas bersubsidi ukuran 3 kg ke 50 kg dan dari tabung gas ukuran 12 kg ke 50 kg. 3 orang pekerja diamankan dalam penggerebekan itu.

"Kita mengamankan 1.351 tabung gas, dengan total 5 orang tersangka, AN, AG, EN, AE, dan PS," terangnya.

Adapun sebanyak 1.351 tabung gas yang disita, terdiri dari 1.306 tabung gas ukuran 3 Kg, 23 tabung gas ukuran 12 kg dan 22 tabung gas ukuran 50 kg. Beserta 68 regulator yang digunakan untuk mengoplos tabung.

Sementara itu, Aem, pria asal Ciseeng, Bogor, ini mengaku sudah tiga bulan bekerja mengoplos gas, di pabrik itu. Dia bekerja menyuntikkan gas dari tabung 3 Kg dan 12 Kg ke tabung gas ukuran 50 Kg.

"Jadi caranya regulator dipasang di tabung ukuran 3 kilogram, lalu disambungkan ke tabung 50 Kg. Nanti di atas tabung itu, akan ditaruh es balok," terangnya, sambil tertunduk.

Lalu, isi gas dalam tabung 3 kg disuntik ke dalam tabung 50 Kg.

Tidak butuh waktu lama untuk mengobplos. Dalam sehari, Aem bisa menyuntik 200 tabung gas dengan imbalan Rp50.000. 

Pelaku terancam, pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf b dan c, UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Serta, pasal 32 ayat (2) jo pasal 30 UU No 2 tentang Metodologi Legal dengan ancaman hukuman maksimal 6 bulan penjara.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini