nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ormas Islam Bakal Sweeping Pelaku Kawin Kontrak di Puncak

Endang Gunawan, Jurnalis · Selasa 11 Oktober 2011 16:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2011 10 11 338 513842 9qjwPMrnAm.jpg Ilustrasi (foto:Ist)

BOGOR- Puluhan ulama dan ormas Islam yang tinggal di kawasan Puncak Bogor melakukan protes menjamurnya kawin kontrak dan tempat prostitusi terselubung di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Para ulama dan Ormas Islam tersebut melakukan protes dengan cara mendatangi kantor Kecamatan Cisarua. Setibanya di kantor Cisarua, Selasa (11/11/2011) para ulama dan ormas Islam diterima Camat Cisarua, Danramil Cisarua dan Kapolsek Cisarua.

Dalam protesnya, para ulama dan ormas Islam meminta pemerintah memberantas kawin kontrak dan tempat prostitusi yang akhir - akhir ini menjamur di kawasan udara dingin tersebut.

Seorang ulama, Hidayatullah mengatakan, kondisi saat ini di kawasan Puncak sudah memprihatinkan. " Kawin kontrak menjamur dan vila setiap malamnya dijadikan tempat prostitusi terselubung," ujar Hidayatullah.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Muspika menindak tegas kawin kontrak dan tempat prostitusi tersebut." kalau aparat tidak bisa kami akan bertindak mensweeping," ujarnya.

Sedangkan Tedy Pembang, Camat Cisarua mengaku kesulitan untuk memberantas prostutisi karena para pelaku tidak menampakan diri karena kegiatannya terselubung. Dia juga kesulitan setiap kali bertindak untuk razia selalu bocor dan tidak ada hasilnya.

"Masukan para ulama akan ditindak lanjuti," kata Tedy.

Sementara itu, setelah melakukan pertemuan para tokoh ulama, ormas Islam, TNI dan Polri menempelkan berisi imbauan tentang larangan maksiat di kawasan Puncak. Imbuan tersebut dipasang di beberapa lokasi di kawasan Puncak.

Ironis memang, di saat Bupati Bogor Rachmat Yasin mendengungkan program " nongol babat" saat Pilkada lalu, tapi tempat-tempat maksiat hingga kini terus bermunculan, bahkan tempat prostitusi dikemas sedemikian dengan berkedok izin Hotel dan di dalamnya terdapat tempat hiburan malam.

Tidak hanya itu, kasus kawin kontrak dan vila yang dijadikan tempat prostitusi dadakan juga hingga kini belum juga diberantas.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini