Flu Burung Merebak, Pemda DKI Sweeping Unggas

Fahmi Firdaus , Okezone · Senin 09 Januari 2012 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2012 01 09 338 554026 XUebnEAJ4r.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Maraknya peredaran flu burung di ibu kota, membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan sweeping terhadap rumah-rumah warga yang masih memelihara unggas.

 

Dalam kegiatan ini Pemprov DKI Jakarta tidak akan memberikan ganti rugi terhadap warga yang unggasnya disita. “Kami melakukan sweeping terhadap unggas yang berkeliaran di sekitar lokasi kejadian dan melakukan pemusnahan kandang unggas," ujar Kadis Peternakan dan Kelautan DKI Jakarta, Ipih Ruyani pada jumpa pers di Balai Kota, Jakarta (9/1/2012).

 

Menurutnya, sweeping unggas tersebut akan terus dilakukan diseluruh wilayah DKI Jakarta. Ditambahkan dia, pihaknya juga akan melakukan pemberian tamiflu pada rumah pasien dan sekitarnya. “Seluruh biaya pengobatan penderita akan ditanggung pemerintah, namun kalau untuk unggas tidak akan diganti," jelasnya.

 

Pemprov DKI Jakarta juga akan menyiapkan ambulans rujukan pasien flu burung yang dilengkapi peralatan memadai. Sebelumnya Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, Jakarta Timur, kedatangan seorang pasien berinisial ASR (5), warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang diduga terjangkit virus flu burung.

 

"Pada Sabtu malam kita kedatangan pasien umur lima tahun, datang dengan keluhan panas dan juga ada riwayat pamannya menderita positif flu Burung," ucap Tim Flu Burung RSUP Persahabatan Tjatur Kuat Sagoro, kepada wartawan di RSUP Persahabatan.

 

Menurut Tjatur, dikarenakan ada kontak yang erat terhadap pamannya, bocah lima tahun tersebut diduga terjangkit flu burung. "Karena ada kontak yang erat, dia sering diajak pamannya tersebut," tambahnya.

 

Saat ini, kata Tjatur, kondisi pasien ASR (5) masih mengalami demam. "Sekarang anaknya masih panas, tidak ada batuk, pilek dan gejala lain. Kondisinya panas saja. Karena ada kontak maka kami perlakukan sebagai suspect. Kami sudah tata laksana sebagaimana mestinya dilakukan," pungkasnya.

 

Di tempat yang sama, Direktur Utama RSUP Persahabatan Priyanti Z Soepandi mengatakan, saat ini demam ASR sudah menurun. "Panasnya pertama 38 derajat Celcius dan 39 derajat Celcius dan hari ini 37 derajat Celcius. Jangan bilang ini tertular sama pamannya, kemungkinan sumbernya sama," ucapnya.

 

Kata Priyanti, paman pasien memang banyak memelihara burung. Namun semenjak sakit, pasien tidak pernah mendekat. "Tergantung virusnya juga. Karena pamannya tersebut melihara burung banyak, dari sumber yang sama bukan dari pamannya, anak ini pada waktu pamannya sakit masih serumah, pas sudah dirawat sudah tidak pernah mendekat lagi," pungkasnya

 

Perlu diketahui, PDY (23) adalah kerabat dari pasien ASR (5). Warga Jalan Baru Ancol Selatan RT 10/6 No 30 Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, telah meninggal dunia pada Sabtu 7 Januari 2011 malam, karena diduga terjangkit penyakit flu burung.

 

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang las di Sunter Garden, Jakarta Utara, ini memiliki peliharaan unggas berjenis burung merpati di sekitar tempat tinggalnya.

 

Sriyati (48) orangtua korban, mengatakan awal mulanya PDY pada dini hari pekan lalu atau tepatnya malam pergantian Tahun Baru pulang hingga larut malam pukul 02.30 WIB, dan mengeluh badannya menggigil dengan panas tinggi hingga 39 derajat celcius.

 

Menurutnya, pada hari Selasa, kondisi anaknya membaik dan hanya dirawat di rumah. Namun, Rabu siang kondisinya kembali menurun hingga tidak bisa berjalan. Sehingga dibawa lagi ke Rumah Sakit Satyanegara dan dirawat hingga Sabtu sore masuk ruang ICU isolasi. Dan dari keterangan dokter, dia divonis penyakit maag, sesak nafas, DBD, jantung, dan gejala flu burung.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini