PKS: Jakarta Memang Belum Aman

Ferdinan, Okezone · Senin 23 Januari 2012 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2012 01 23 338 561861 PlBFgqMdpQ.jpg Ilustrasi/ Kemacetan di Jakarta (Foto: Koran SINDO)

JAKARTA - Berulangnya kasus pemerkosaan di angkutan umum membuktikan kota Jakarta masih rawan tindak kriminal. Ketidaksigapan aparat keamanan dan kelengahan warga terhadap aksi kriminal masih menjadi penyebab maraknya peristiwa pemerkosaan.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jakarta, Selamat Nurdin. Nurdin menyebut Jakarta sebagai Kota Metropolitan belum ramah terhadap warganya.

"Konsep kota metropolitan itu harus diiringi rasa aman, nyaman dan sejahtera. IJakarta memang belum aman, ini yang masih jadi tugas bersama untuk membuat Jakarta lebih baik," kata Nurdin kepada okezone, Senin (23/1/2012).

Nurdin menilai kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepempimpinan Fauzi Bowo cukup baik untuk menata Jakarta. Namun, Pemprov, menurutnya seringkali bertindak setelah peristiwa kriminal terjadi. "Jadi upaya pencegahan harus dibangun, tinggal butuh konsistensi Pemprov dengan pihak terkait semisal polisi. Jangan baru ribut setelah ada kejadian, seringnya kan seperti itu," sambungnya.

Terkait pemerkosaan di angkot, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta ini meminta Pemprov kembali melakukan evaluasi kebijakan pengamanan terhadap warga di tempat umum. Pemberlakuan jam malam bagi angkot, pengawasan ketat terhadap pemilik dan pengemudi termasuk sosialisasi bagi pengguna angkot harus jadi prioritas Pemprov.

"Sosialisasi kepada pemilik dan pengemudi tentang sanksi tegas bila kedapatan melakukan pelanggaran. Penggunanya pun harus diberi warning, diberi tahu ciri-ciri angkot yang harus diwaspadai. Langkah-langkah ini harus konsisten dilakukan tidak hanya sesaat setelah ada kejadian," imbuh dia.

Tak hanya itu, kepolisian, lanjut Nurdin harus menempatkan personelnya di wilayah yang rawan tindak kriminal. "Polisi menjaga spot-spot yang rawan, tetapi harus juga dipikirkan anggarannya agar kebijakan ini terus berjalan," tegasnya.

Seperti diketahui, pemerkosaan kembali terjadi di Jakarta. JM, mahasiswi kebidanan diperkosa oleh lima orang di daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Hingga saat ini polisi masih memburu pelaku pemerkosaan.

Sebelumnya pemerkosaan menimpa RS di dalam angkot. Rs, warga Sukmaya, Depok ini menjadi korban perampokan dan pemerkosaan dalam angkot M-26 jurusan Depok-Kampung Melayu.

Pada 1 September 2011, karyawati swasta juga menjadi korban pemerkosaan di angkot D-02 Jurusan Ciputat-Pondok Labu. Kasus serupa juga menimpa mahasiswi universitas swasta di Jakarta bernama Livia Pavita Sulistio. Bahkan pelaku pemerkosaan membunuh Livia dan membuang mayatnya di Tangerang.

Kasus pemerkosaan juga terjadi tanggal 13 Oktober 2011. Kali korban bernisial H, diperkosa oleh supir tembak angkot M-28 jurusan Kampung Melayu-Pondok Gede. Berdasarkan data Polda Metro Jaya, kasus pemerkosaan hingga bulan September 2011 mencapai 41 kasus.

(fer)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini