Share

Habib Rizieq: Ahmadiyah Mau Dikepret?

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Senin 12 Januari 2015 19:34 WIB
https: img.okezone.com content 2015 01 12 338 1091267 habib-rizieq-ahmadiyah-mau-dikepret-ZlT12xopkZ.jpg Habib Rizieq: Ahmadiyah Jangan {Nyari} Gara-Gara!

DEPOK - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengapresiasi langkah Pemrintah Kota Depok yang langsung menyegel masjid milik jemaat Ahmadiyah di Jalan Raya Muchtar Sawangan, Depok.

Penyegelan tersebut sudah kesekian kalinya dilakukan pemerintah kota Depok. “Kami menilai bagus, Pemkot Depok langsung bertindak cepat ketika segel masjid itu dibuka. Ahmadiyah jangan macam-macam lagi di Depok,” ujar Rizieq saat memberikan tausiyah di Masjid Ibadurrahman, Sawangan, Senin (11/1/2015).

Dia menambahkan, Ahmadiyah merupakan aliran sesat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Ketuhanan Yang Maha Esa. “Aliran sesat jangan dilindungi, tapi harus dibubarkan,” tegasnya.

Usaha Pemerintah Kota Depok yang telah menutup masjid milik Ahmadiyah dikatakannya sudah bagus. “Eh tahu-tahu ada yang buka, ini jelas nyari gara-gara. Mau dikepret mereka,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Rizieq juga meminta kepada aparat Kepolisian untuk segera mencari tahu siapa yang membuka segel tersebut. “Aliran sesat tidak boleh ada lagi di Indonesia,” terangnya.

Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad mengatakan, tim yang dahulu pernah dibentuk untuk melakukan pembinaan hingga kini belum berjalan. Dia juga tidak menapikan jika pembinaan itu belum dilakukan.

“Setahu saya belum ada pembinaan. Namun yang terpenting, konsep untuk pembinaan harus dibuat terlebih dahulu sebelum melakukan pembinaan kepada mereka,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah juga harus memanggil pihak Ahmadiyah terkait kesiapan pembinaan. “Jika terus dibiarkan begitu saja, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa pihaknya saat ini masih mempertimbangkan masukan dari masyarakat yang menghendaki pembongkaran sekretariat Ahmadiyah. “Pembongkaran harus dilihat dari dasar hukumnya, kalau paying hukumnya membolehkan kenapa tidak,” pungkasnya.

Tim pembinaan yang terdiri dari Muspida Kota Depok, memang hingga saat ini belum menampakkan kinerjanya. Alhasil, dalam kurun waktu empat tahun terakhir, masjid tersebut kembali dibuka segelnya.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini