Go-Jek Dilarang Pakai Helm & Jaket di Tanah Abang

Syukri Rahmatullah, Okezone · Rabu 17 Juni 2015 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 17 338 1166739 go-jek-dilarang-pakai-helm-jaket-di-tanah-abang-Q3rw6Odlly.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Perseteruan Go-Jek dengan ojek pangkalan ternyata masih berlangsung. Di Kebon Sirih, mereka dilarang mangkal, di Tanah Abang dilarang gunakan jaket dan helm Go-Jek.

Setidaknya itulah yang diungkapkan dua tukang ojek pangkalan di Kebon Sirih dan Stasiun Tanah Abang, Boyan dan Toyib, kepada Okezone, Rabu (17/6/2015).

Toyib menceritakan, dia sudah tiga bulan bergabung bersama Go-Jek, pendapatannya tidak melebihi dari Rp500 ribu perbulannya. Selain bergabung Go-Jek, dia sehari-hari mangkal di Stasiun Tanah Abang setiap pagi, mengangkut penumpang yang menggunakan KRL menuju tempat kerjanya atau Pasar Tanah Abang.

Siang hari, saat penumpang mulai sepi, barulah Toyib membuka aplikasi Go-Jek di ponsel untuk menunggu calon pengguna jasanya. “Biasanya saya sehari mengantar 3-4 penumpang, tidak banyak,” katanya.

Dia mengaku tak segiat rekannya yang lain, karena selain harus adu cepat di aplikasi tersebut, dia juga sudah kelelahan usai berjibaku mengangkut penumpang di pagi hari.

“Ya hitung-hitung nabung saja Mas,” ujar Toyib.

Toyib pun menceritakan rekannya, Timo yang lebih giat darinya. Biasanya Timo mendapatkan Rp100 ribu perhari dari Go-Jek. Timo juga sama seperti dirinya mangkal di Stasiun Tanah Abang.

Belakangan Toyib bercerita, tidak diperkenankan untuk mengenakan jaket dan helm Go-Jek di area tukang ojek pangkalan Stasiun Tanah Abang. Tukang ojek pangkalan Tanah Abang sudah memiliki organisasi sendiri, sehingga yang diperkenankan hanyalah jaket organisasi tersebut, bukanlah Go-Jek.

“Kalau ada calon penumpang, di tengah jalan baru saya pakai jaket dan helmnya, bukan di pangkalan,” ujar Toyib untuk menghindari permusuhan dengan rekan-rekannya sesama ojek pangkalan.

Sebab itu, sehari-hari, dia selalu membawa tas untuk menyembunyikan jaket Go-Jek dari penglihatan rekan-rekan sepangkalan ojek.

Hingga saat ini sudah ada 11 orang dari ratusan tukang ojek di pangkalan Stasiun Tanah Abang yang sudah tergabung dengan Go-Jek.

Tukang ojek di kawasan Kebon Sirih, Boyan, mengaku bersama rekan-rekannya melarang Go-Jek untuk mangkal di kawasan mereka. Pasalnya, mereka sangat mengandalkan pendapatan dari para pekerja di kawasan tersebut yang menggunakan jasa mereka.

“Mereka (Go-Jek) gak boleh mangkal. Kalau ada panggilan silakan saja, asal jangan lama,” ujarnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini