Berusia 488 Tahun, Jalanan Ibu Kota Masih Karut Marut

Fiddy Anggriawan , Okezone · Senin 22 Juni 2015 08:26 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 22 338 1169115 berusia-488-tahun-jalanan-ibu-kota-masih-carut-marut-uTcwIRYwl6.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Hari ini, usia Jakarta genap ke-488 tahun. Namun, berbagai persoalan masih menghinggapi Ibu Kota Indonesia ini. Salah satunya kondisi jalan di Jakarta yang masih banyak berlubang. Kondisi ini tak hanya membuat pengendara tidak nyaman, namun juga menyumbang kecelakaan lalu lintas.

Salah satunya di depan Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) di KM 11 Jalan Daan Mogot.‎

Jalan rusak juga terjadi di sekitar Mal Citraland dan seputaran Grogol. Jalan tersebut mengeluarkan batu krikil-krikil yang tajam, sehingga sangat berbahaya bagi pengendara roda dua.

Selain itu, jalan berlubang terjadi di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mulai lampu lalu lintas Arteri (lapangan sepakbola) hingga Pondok Pesantren Asshidiqiyah. Sementara itu, pasca banjir Jakarta pada Januari 2015, Dinas Marga DKI Jakarta mencatat ada 197 titik jalan rusak.

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan mengatakan, ini merupakan salah satu potret carut marut pelayanan dan fasilitas publik di Jakarta di tangan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Potret ini jelas membuktikan bahwa Ahok tidak memiliki kemampuan memberikan fasilitas baik ke warga Jakarta," ungkap Tigor kepada Okezone, Minggu (21/6/2015).

Dia menjelaskan, sesuai Undang-Undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 disebutkan jika jalan rusak dan menimbulkan jatuh korban, penggunanya atau warga bisa menggugat pemerintah sebagai pengelola jalan.

"Jika jadi korban, warga bisa guggat pemerintah," sambungnya.

Selain itu, ia juga mengkritisi kebijakan Pemerintah Provinsi DKI dalam membangun fly over, jalan layang non tol dan jalan tol dalam kota di Jakarta.

"Membangun jalan baru, termasuk membangun enam ruas jalan tol dalam kota Jakarta bukan solusi untuk memecah kemacetan Jakarta. Membangun jalan baru justru meningkatkan penggunaan kendaraan bermotor pribadi," paparnya.

Tigor pun mendesak, Ahok dan jajarannya untuk segera memperbaiki jalan yang rusak dan layanan angkutan umum. "Hingga saat ini belum ada satu pun langkah Gubernur DKI yang benar dalam perbaiki angkutan umum dan kemacetan Jakarta," tuturnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini