Cara Ampuh Merelokasi Warga Bantaran Kali ke Rumah Susun

Angkasa Yudhistira, Okezone · Selasa 23 Juni 2015 06:14 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 23 338 1169769 cara-ampuh-merelokasi-warga-bantaran-kali-ke-rumah-susun-7AJ5ts5qf3.jpg foto: ilustrasi Okezone

JAKARTA - Tanggal 22 Juni 2015, DKI Jakarta merayakan HUT ke 488. Masalah relokasi warga bantaran kali ke rumah susun nampaknya masih menjadi sorotan utama sebagai perbaikan tata kota Jakarta.

Selain mempercantik kota dengan mengurangi kawasan kumuh, relokasi warga bantaran kali juga diyakini bisa mengurangi banjir yang melanda Ibu Kota.

Namun, dalam proses relokasi tersebut, kerap kali terjadi penolakan dari warga. Bahkan, tak jarang terjadi bentrokan antara warga dengan aparat kemanan karena penghuni bantaran kali itu enggan menempati rusun yang telah disediakan Pemprov DKI.

"Relokasi warga bantaran kali kerap menemui kesulitan karena relokasi yang tidak jelas, kapan dan kemana," ujar pengamat perkotaan, Nirwono Joga, kepada Okezone, Senin (22/6/2015).

Dirinya menilai, kesulitan itu ada karena dua hal. Pertama, Pemprov DKI tidak melakukan rencana pembangunan fisik yang jelas "Kedua, tidak ada rekyasa sosial. Warga dianggap seperti barang yang tinggal dipindahkan begitu saja. Dari pingiran ke rusun," terangnya.

Karena itu, sambungnya, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau dinas terkait, seharusnya bersinergi agar kendala relokasi warga yang selama ini dihadapi tidak terus terulang di kemudian hari.

"Jadi bukan hanya tanggung jawab Dinas Perumahan dan Satpol PP selaku aparat keamanan untuk melakukan relokasi. Tapi, Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial, harusnya terus melakukan edukasi pada warga agar mau direlokasi. Jadi, ketika rusun sudah siap, warga bantaran kali pun siap direlokasi," bebernya.

Selain itu, saat warga mau direlokasi ke rusun, Nirwono menyatakan perlu adanya adanya pengawasan yang ketat dan edukasi pada peghuni. Bahwa derajat mereka akan naik secara otomatis ketika tinggal di rumah susun. "Karena Jakcard tanda bahwa mereka penghuni rusun masih saja bisa dimanipulasi datanya," tandasnya. (ang)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini