325 Sopir Mikrolet 08 Tanah Abang-Kota Mogok

Dara Purnama, Okezone · Kamis 30 Juli 2015 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 30 338 1187849 325-sopir-mikrolet-08-tanah-abang-kota-mogok-vUrog31X5H.jpg Mikrolet 08 di parkir di samping Stasiun Tanah Abang (Foto: Dara Purnama/Okezone)

JAKARTA - Sebanyak 325 sopir mikrolet 08 jurusan Tanah Abang-Kota melakukan aksi mogok beroperasi, Kamis (30/7/2015).

Mereka memilih memarkir mikrolet di depan Stasiun Tanah Abang sejak pukul 06.00 WIB. Sementara itu, sebagian rekan mereka melakukan unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta.

Aksi ini dilakukan guna menuntut kejelasan rute mikrolet 08 yang dilarang oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta melewati Jalan Abdul Muis yang melewati kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Padahal, menurut para sopir, rute tersebut adalah rute sehari-hari yang mereka lewati.

"Kita demonya karena enggak boleh masuk ke Kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Kita harapannya ingin kejelasan jalur kita. Biasanya rute kita Abdul Muis, Majapahit, Gajah Mada dan Kota. Kalau enggak ada kejelasan juga kita bakal mogok terus," kata Teguh, salah seorang sopir kepada Okezone, Kamis (30/7/2015).

Sopir mikrolet lainnya, Didik mengatakan, unjuk rasa ini juga menuntut kepada Dinas Perhubungan mengembalikan surat-surat kendaraan yang disita petugas DLLAJ.

"Surat kita disita dua hari kemarin. Kita butuh solusi rute yang seharusnya dapat kita lalui untuk jurusan Tanah Abang- Kota," paparnya.

Imbas dari aksi tersebut, lalu lintas di sekitar Stasiun Tanah Abang terpantau padat, karena para sopir memarkirkan mikrolet mereka di samping Stasiun Tanah Abang

Sementara itu, para penumpang yang biasanya menggunakan angkutan jurusan itu terpaksa beralih ke transportasi lain.

"Saya sudah nunggu angkot ini sampai satu jam," kata Ucok, salah seorang penumpang.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak tahu atas penilangan yang dilakukan Dishub DKI Jakarta kepada Mikrolet 08. "Enggak mungkinlah, ditilang kenapa?, tanya Ahok kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta.

Ahok mengatakan, bisa saja izin trayek mereka dulunya bukan melewati Jalan Abdul Muis, namun belakangan melewati jalur tersebut.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini