Dua Warga Bogor Luka Parah Diseruduk Babi Hutan

Yudhi Maulana, Okezone · Senin 03 Agustus 2015 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 03 338 1189810 dua-warga-bogor-luka-parah-diseruduk-babi-hutan-O8ipitFVco.jpg Ilustrasi (Foto: Alamy)

BOGOR - Dua warga Kampung Cisaranten, Desa Wangun Jaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, mengalami luka parah akibat diseruduk babi hutan. Diduga babi berkeliaran di perkampungan karena adanya aktivitas perburuan.

Menurut salah satu saksi, Bisri (50), peristiwa tersebut terjadi pada Minggu 2 Agustus 2015 sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu tetangganya yang bernama Pepen (45) usai mandi di sungai.

"Jadi, Pepen baru beres mandi di sungai deket rumah. Tiba-tiba ada babi depannya, langsung nyeruduk dia," jelasnya, Senin (3/8/2015).

Usai diseruduk, Pepen kembali terperosok ke dalam sungai. Dikarenakan kondisi sungai yang dangkal, babi hutan kembali menyerang Pepen hingga terluka parah di bagian dada kanan, dan kepalanya sobek akibat tandukan taring babi hutan.

"Setelah nyerang Pepen, babinya kabur lagi ke tempat pembuatan bata. Di situ lagi ada Bu Nana lagi ngangkutin bata, dia diseruduk juga," kata Bisri.

Bisri menceritakan, Nana pun terjatuh dan mengalami luka parah di bagian tangan dan kakinya.

Warga yang mengetahui hal tersebut langsung menolong para korban dan berusaha menangkap babi hutan tersebut. Tak lama babi berhasil dilumpuhkan lalu dibunuh oleh warga.

"Babinya gede banget, beratnya kira-kira 150 kilogram. Empat warga yang mau coba ngangkat saja enggak bisa," ungkap Bisri.

Kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor untuk mendapat penanganan medis. Kedua korban kini masih dalam keadaan kritis setelah menjalani operasi.

Ia menuturkan, babi hutan bisa berkeliaran di perkampungan warga akibat adanya aktivitas perburuan yang dilakukan oleh sekelompok orang asal luar Bogor. Warga pun meminta pertanggungjawaban dari kelompok pemburu tersebut untuk membiayai perawatan medis korban.

Kapolsek Leuwiliang Kompol Uba Subandi menjelaskan, babi yang menyerang kedua korban diduga karena ketakutan karena dikejar sejumlah pemburu. "Babinya lari ke kampung karena dikejar anjing milik pemburu," ujarnya.

Terkait kejadian ini, Polsek Leuwiliang masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. "Karena serangan babi ini ada sebab akibatnya, seluruh biaya pengobatan kedua korban ditanggung para pemburu babi itu," tuturnya. (ang)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini