Ahok Tidak Setuju Wacana Hukuman Mati bagi Koruptor

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 06 Agustus 2015 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 06 338 1191554 ahok-tidak-setuju-wacana-hukuman-mati-bagi-koruptor-G40OczcS5M.jpg Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama beberapa waktu lalu (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tidak mendukung adanya wacana hukuman mati bagi para terpidana korupsi di Indonesia.

Adanya rekomendasi Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) terkait hukuman mati bagi koruptor, kata Ahok, sah-sah saja karena setiap individu atau kelompok di Indonesia dibenarkan undang-undang dalam memberikan masukan maupun wacana bagi negara. Namun, Ahok menilai, akan lebih tepat jika para koruptor mendapat hukuman berupa dimiskinkan.

"Namanya wacana apa saja juga boleh. Tapi kalau wacana dari saya, lebih baik memiskinkan seluruh keluarganya yang ketahuan kalau duitnya dari si koruptor. Nah, kalau begitu baru orang-orang takut, karena orang mah enggak takut mati," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Walaupun sudah ditetapkan sebagai terpidana, menurut Mantan Bupati Belitung Timur itu, biasanya mereka tetap mampu mensiasati hukuman yang berlaku di Indonesia. "Karena dengan kekayaannya yang besar, kan kalau tertangkap terus pakai pengacara yang hebat, dia (tersangka) putar-putar kasusnya dan dia bilang enggak korupsi. Bisa ke PTUN hukumannya dapat dibatalin lagi dan macem-macem kan. Saya bilang lebih baik dimiskinan saja," papar Ahok.

Lebih lanjut suami Veronica Tan ini mengatakan, sebaiknya para terpidana kasus korupsi tidak mendapat grasi dari Presiden jika telah ditetapkan mendapat hukuman mati. Hal itu dapat memberi efek jera bagi masyarakat agar tidak melakukan hal serupa.

"Tidak dapat grasi dari Presiden dan tidak ada pemotongan tahanan. Sehingga kalau terbukti korupsi dan enggak ada pemotongan tahanan membuat efek jera. Ada lagi modus lainnya dengan pindah penjara agar dapat remisi terus keluar masih kaya raya juga," tandasnya. (fal)

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini