Share

Benarkah Ada Motif Seksual dalam Pembunuhan Rian?

Syamsul Anwar Khoemaeni, Okezone · Jum'at 07 Agustus 2015 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 07 338 1192301 benarkan-ada-motif-seksual-dalam-pembunuhan-rian-IaLlwIpQXC.jpg Foto: Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Terbongkarnya kasus pembunuhan Sekretaris Dirut XL, Hayriantira alias Rian usai dinyatakan hilang sejak November 2014, masih menyisakan misteri.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Arthur Josias Simon Runturambi menilai adanya aspek kepintaran pelaku dalam melakukan pembunuhan sadis tersebut.

"Ada kehebatan pelaku di sini, karena bisa menghilangkan barang bukti dan mobil korban seolah-olah dibeli oleh pelaku," ujar Josias kepada Okezone, Jumat (7/8/2015).

Meski demikian, Josias mempertanyakan kinerja kepolisian. Terlebih dalam kasus pembunuhan itu. Dia meyakini adanya keterlibatan orang dekat korban.

"Presentasi tinggi itu orang dekat. Ini sangat mengherankan, baru sekian bulan ada petunjuk setelah ada dokumen palsu (pembelian mobil korban) terungkap," imbuhnya.

Pengajar kriminologi UI itu lantas memunculkan pertanyaan terkait proses penyelidikan terhadap kasus Rian. Bahkan, Josia menduga, penyelidikan perkara tersebut tidak dengan baik.

"Perlu dicermati pelaporan, apakah betul ada pelaporan dari keluarga, atau malah orang dekat mengaburkan pelaporan," sambungnya.

Sementara posisi Rian sebagai sekretaris di perusahaan terkemuka, dianggap menjadi salah satu motif pembunuhan terhadapnya. Sebab itu, ia meragukan pengakuan tersangka, AW yang menghabisi nyawa korbannya lantaran persoalan seksual.

"Tidak hanya persoalan seksual. Pasti ada persoalan ekonomi, apalagi pekerjaan korban posisi tinggi, penghasilan tinggi. Dilihat dari cara menghilangkan jejaknya, pelaku sudah ada maksud, kalau seksual itu pemicu situasional," pungkasnya.

Seperti diketahui, Rian dibunuh di kamar nomor 5 Hotel Cipaganti, Garut, Jawa Barat. Pelaku membunuh Rian karena sakit hati saat diajak berhubungan badan.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan pembongkaran terhadap makam korban guna penyelidikan lebih lanjut. 

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini