Usai Penggusuran, Ahok Jamin Kampung Pulo Bebas Banjir

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Jum'at 21 Agustus 2015 13:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 08 21 338 1200123 usai-penggusuran-ahok-jamin-kampung-pulo-bebas-banjir-1FCh99d0KH.jpg Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama/Ahok (foto: Antara)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjamin Kampung Pulo akan bebas banjir usai dilakukan penggusuran di kawasan tersebut.

Pasalnya, setelah selesai gusuran maka normalisasi dan pemasangan sheet piles di Kali Ciliwung yang mengalir di kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, bisa dikerjakan.

Hal itu, kata Ahok, telah dibuktikan usai dirinya melakukan pembongkaran 13 ruko di Jatinegara dan melakukan normalisasi dan sheet piles di kali tersebut.

"Pokoknya kalau itu diatasi, kami jamin tidak akan banjir Kampung Pulo. Saya sudah buktikan waktu saya robohkan 13 ruko di Jatinegara. Orang juga maki-maki saya, dan yang punya sertifikat kita ganti, dan enggak ada yang enggak diganti. Sekarang masih banjir enggak Jatinegara Raya kalau pasang? Enggak lagi," ungkap Ahok di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Jumat (21/8/2015).

 Evakuasi Korban Banjir Kampung Pulo Evakuasi Banjir di Kampung Pulo

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, apabila proyek pengerjaan di Kampung Pulo telah berhasil dikerjakan, maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tinggal melakukan penguatan terhadap daerah potensi banjir yang ada di hulu dan hilir pada kali-kali yang ada di Ibu Kota.

"Kalau ini semua lancar saya bilang Wali Kota (Jakut) yang sial mah kita ditinggal di sini. Kalau di Kali Ciliwung semua lancar, yang sial ya rumah gue tenggelam kalau mesin pompa enggak beres," paparnya.

"Seharusnya posisi air kan ada di selatan ke utara ya, makanya saya minta lurah dan PPSU (penanganan prasarana dan sarana umum) tidak ada alasan tidak membersihkan semua saluran. Termasuk yang di utara," lanjut Ahok.

Suami dari Veronica Tan ini mengaku tidak akan segan-segan membongkar bangunan permanen demi melakukan normalisasi dan pemasangan sheet piles Kali Ciliwung. Menurutnya, sifat air yang selalu datang pada dataran rendah membuat Pemprov DKI harus lebih memprioritaskan kawasan-kawasan rendah.

"Ada ruko mana pun ketutup itu harus dibongkar. Karena logika air dari atas pasti ke bawah. Kalau semua saluran Jakarta Barat saja hampir 600 penghubung, jadi kalau penuh sampah enggak dibersihin enggak bisa. Dan jika semua lancar yang ketiban air siapa? Utara," lanjut Ahok.

"Kalau pompa kita enggak masalah tetap enggak lebih sehari banjirnya. Cuma kehadang waktu pasang. Kalau tanggul selesai pompa jadi saya jamin enggak banjir lagi Jakarta. Makanya, Jakarta cuma butuh tanggul," tandasnya.

(fid)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini