Kisah Makam Keramat di Tengah Relokasi Kampung Pulo

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 22 Agustus 2015 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2015 08 22 338 1200828 kisah-makam-keramat-di-tengah-relokasi-kampung-pulo-mtavH9TO4L.jpg Makam KH Kosim bin Thohir di Kampung Pulo (Foto: Arie Dwi Satrio).

JAKARTA - Pasca-penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta di Kampung Pulo, sebuah makam keramat yang berada di tengah kampung tersebut menghebohkan masyarakat sekitar. Pasalnya, letak makam tersebut hanya 15 meter dari bibir kali Ciliwung.

Sejumlah masyarakat sekitar menolak jika makam tersebut ikut digusur. Mereka khawatir nantinya akan menimbulkan hal-hal yang tidak baik jika makam tersebut ikut digusur.

Otip (36), warga RT 013 RW 02, Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur yang rumahnya tidak jauh dengan makam, menolak jika penggusuran makam tersebut tetap dilakukan. Meskipun rumahnya sudah sempat diratakan setengah badan, namun dirinya tidak rela kalau makam tersebut ikut digusur karena keberadaan makan tersebut sudah puluhan tahun.

"Kalau rumah yang digusur engga apa-apa, silakan saja. Tapi kalau makam ini, jangan deh, saya ngeri ada apa-apa. Ini makam kiai loh," ujar Otip ditemui di depan makam tersebut, Sabtu (22/8/2015).

Otip menceritakan, makam tersebut adalah makam seorang kiai yang sudah lama meninggal. Diketahui dalam satu bangunan itu berisi enam makam dan salah satunya diberi pagar. Makam tersebut bernama KH Kosim bin H Thohir, lahir pada 1867 dan wafat pada 1947.
"Ini makam keluarga, tapi yang paling dikenal makamnya KH Kosim. Dia orang yang dituakan zaman dahulu di sini," Jelas Otip.
Ia menuturkan, banyak orang luar daerah yang datang ke makam KH Kosim. Bahkan, ungkap Otip, ada satu cerita beredar bahwa orang yang datang ke makam tersebut pernah bertemu KH Kosim ketika umroh di Makkah.

"Jadi, memang pernah ada yang ketemu di Makkah lagi naik haji dan saat udah pulang, dikasih alamat. Pas datang ke sini, nanya alamat KH. Kosim. Pas saya bilang orangnya sudah meninggal lama, mereka sempat enggak percaya," tambah Otip

Ia melanjutkan, orang tersebut berasal dari Makassar dan menceritakan bahwa ketika bertemu KH Kosim di Makkah, dirinya diajarkan mengaji dan salat. Kemudian ketika pulang, KH Kosim memberikan alamat rumahnya.

"Ya begitulah, banyak yang dateng ke sini katanya ketemu di Makkah. Pas datang ke sini enggak percaya," jelas Otip

Di tempat berbeda, Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol. Umar Faroq mengatakan makam tersebut tidak akan digusur demi menjaga kearifan lokal. "Untuk makam kembali lagi ke pemerintah. Tapi enggak dibongkarlah, kita masih jaga kearifan lokal," ungkap Umar Faroq ditemui di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur.

Pantauan Okezone, di sekitar bangunan makam tersebut saat ini sudah rata dengan tanah. Sementara makam KH Kosim yang dikeramatkan tersebut tidak ikut diratakan. (fal)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini