Pemerkosa TKW Terekam CCTV Bandara Soekarno-Hatta

Denny Irawan (Koran Sindo), Koran SI · Kamis 03 September 2015 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 03 338 1207492 pemerkosa-tkw-terekam-cctv-bandara-soekarno-hatta-wcFgBboQo5.jpg Ilustrasi. (dok.Okezone)

TANGERANG – Polisi menyatakan para perampas barang dan pemerkosa tenaga kerja wanita (TKW) dengan modus bius tertangkap kamera pemantau (CCTV) Bandara Seokarno-Hatta.

“Kita tidak langsung tangkap, kita pastikan dulu. Kita perhatikan rekaman pada CCTV di Bandara Soekarno-Hatta, setelah itu kita sikat,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta Kompol Azhari Kurniawan, Kamis (3/9/2015).

Komplotan tersebut dinilai beraksi secara rapi. Tim dibagi dua untuk menjangkau korban yang berbeda. “Tetapi otaknya satu, yaitu TS atau yang memiliki KTP palsu Bagus Waluyo,” tuturnya.

TS yang bertindak sebagai bos dalam jaringan itu membagi tugas. Ada ditugaskan untuk menyewa mobil, menyediakan obat bius, menjadi sopir, ada juga yang bertugas menyewa kamar hotel.

“Ada dua tim dia bagi, tim pertama dengan korban RN, warga Jawa Tengah (Jateng), diawasi oleh tersangka IR dan ABD,” ucap Azhari.

Sedangkan tim kedua, HL dan DPR bertugas untuk menyasar ES, warga Jawa Barat. Korban RN bernasib tragis, karena dia tak sadarkan diri selama tiga hari dan dibuang akibat dibius dengan obat yang telah diracik.

“Pura-puranya TS masuk angin, lalu menepi ditukang jamu. Kemudian korban juga diberikan jamu. Awalnya korban tidak mau, tetapi setelah dirayu akhirnya mau,” kata Azhari.

Setelah itu barang berharga korban dirampas, seperti telefon selular (tablet) serta tas berisi uang. Korban RN juga diperkosa di dalam kendaraan dengan keadaan tak sadar.

“Lalu dibuang sampai ditemukan tak sadarkan diri di wilayah Jateng. Selaput daranya robek menurut keterangan dokter di sana,” ujarnya.

Sedangkan ES, meski sempat gagal dirayu untuk pulang bersama ke Jabar, dia sempat digagahi dua kali di kediamannya di Banjar. “ES tak dibius, dia menolak naik mobil bersama pelaku TS. Dia memilih untuk naik Damri, tetapi korban intens menjawab telefon dari pelaku,” kata Azhari.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini