Gerindra "Cium" Aroma Persaingan Ahok & Adhyaksa Dault

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 29 September 2015 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 29 338 1222902 gerindra-cium-aroma-persaingan-ahok-adhyaksa-dault-hpXYBuO1hC.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik, menilai pertemuan antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Ketua Kwartir Nasional Pramuka Adhyaksa Dault, memiliki aroma persaingan.

Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan, kedua tokoh tersebut merupakan representasi sosok dari bakal Calon Gubernur (Cagub) DKI yang maju melalui jalur independen.

"Dua-duanya maju jadi Cagub, dua-duanya enggak punya partai. Biar bersainglah masing-masing melalui jalur independen," ujar Taufik di Balai Kota, Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Taufik memprediksikan, Ahok dan Adhyaksa Dault tidak mungkin menjadi pasangan yang akan maju dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di ibu kota. Hal itu lantaran rekam jejak Adhyaksa yang merupakan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Menurut Taufik, jika Adhyaksa Dault bersedia menjadi wakil Ahok dalam Pilkada ibu kota artinya membuat mantan Menpora tersebut merendahkan kualitas dari rekam jejak dirinya.

"Adhyaksa baik, pantesnya jadi gubernur lah, masa jadi wakilnya Ahok. Enggak pas itu, Adhyaksa kalau jadi wakilnya Ahok mesti istigfar Adhyaksa. Kan mantan Menteri masa jadi wakil gubernur. Kalau dia jadi wakil gubernur itu namanya dia merendahkan dirinya sendiri," pungkasnya.

Sebelumnya, pada pagi tadi Adhyaksa Dault menyambangi Balai Kota untuk bertemu Ahok. Dalam pertemuan tersebut, dia mengaku mengadakan silaturahmi sebelum korps tunas kelapa mengadakan kegiatan tentang kesaktian Pancasila di Taman Ismail Marzuki (TIM).

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini