nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Dimarahi, Siswa Bacok Gurunya

Deny Irawan, Jurnalis · Rabu 07 Oktober 2015 09:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 10 07 338 1227497 sering-dimarahi-siswa-bacok-gurunya-5tFDW9QN6d.jpg Ilustrasi. (dok.Okezone)

TANGERANG – Siswa SMK Yayasan Darussalam di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, nekat melakukan percobaan pembunuhan kepada dua gurunya. Upaya pembunuhan itu dilakukan dengan cara membacok.

Pelaku yang berinisial AFP melakukannya lantaran merasa dirinya paling sering dimarahi. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (7/10/2015) sekira pukul 00.45 WIB di Rumah Yayasan Darussalam, Jalan Samirun, Kampung Bubulak, RT 01, RW 03, Mekarbakti, Panongan, Tangerang.

“Korbannya, Sri Astuti, 45, tahun, perempuan , Guru atau PNS . Dia mengalami dua luka bacokan golok pada kepala bagian samping kiri dan atas. Sedangkan korban kedua, Muryanah (23), perempuan, guru honorer di Yayasan Darussalam. Dia menderita luka lima bacokan golok pada bagian kepala belakang dan jari tangan kiri nyaris putus,” ujar Kapolsek Panongan AKP Kosasih.

Ia menambahkan, awalnya Rumah Yayasan Darussalam diduga dirampok. Namun, ketika polisi melakukan olah TKP, dari pengamatan dan analisa saat itu, tidak ditemukan tanda telah terjadi perampokan.

“Di lokasi dalam keadaan normal tidak berantakan. Tidak seperti layaknya suatu pencurian,” ucap Kosasih.

Adapun hasil jejak kaki, diduga pelaku masuk melalui pintu atas dengan memanjat pohon yang berhimpit dengan rumah. Lalu turun melalui tangga yang menuju ruang tamu.

Lalu pelaku mengetuk pintu kamar korban, Sri Astuti. Karena takut, maka korban diam saja di kamar. Akan tetapi pelaku mendobrak pintuk kamarnya.

Setelah pintu kamar terbuka, pelaku tanpa basa basi terus membacok korban secara membabi buta. Sri Astuti yang mencoba berusaha menolong, justru juga kena sabetan golok sebanyak dua kali.

Setelah pelaku ditangkap, ia mengaku membacok gurunya karena kesal. ”Berdasarkan keterangan pelaku, dia kesal dan dendam. Sebab Muryanaha acap kali memarahinya bila terlambat masuk dan tidak mengikuti pelajaran dengan baik,” ujarnya.

Saat melakukan aksinya, Fahmi menggunakan penutup wajah agar tak dikenali. “Mereka padahal bertetangga, kini korban dirawat di Ciputra Hospital,” kata Kosasih.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini