Share

Ahok ke Singapura, Ketua DPRD: Gue Enggak Diajak Ngomong!

Reni Lestari, Okezone · Selasa 20 Oktober 2015 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 20 338 1234898 ahok-ke-singapura-ketua-dprd-gue-enggak-diajak-ngomong-5DSTTAaThK.jpg Gubernur DKI Jakarta Ahok dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi (foto: Antara)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tengah mengunjungi Singapura untuk mendulang investasi asing ke Jakarta. Kunjungan ini menyusul dipangkasnya anggaran dalam Rencana APBD DKI Jakarta 2016.

Sebelumnya, DPRD DKI bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah DKI menyepakati besaran di Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang menjadi dasar dibentuknya APBD 2016 sebesar Rp62,5 triliun. Jumlah tersebut berkurang jauh dari target Pemprov DKI sebesar Rp73,08 triliun.

Ditanya mengenai hal tersebut, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi mengatakan, tak ada koordinasi Ahok kepadanya terkait pemangkasan KUA-PPAS dan kunjungan ke Singapura.

"Ya sebetulnya juga kan harus berkoordinasi dengan DPRD, karena kan bukan apa-apa, di pemerintahan ini kan ada legislatif ada eksekutif. Ya, ini saya enggak bisa kasih komentar apa-apa, ya biar dia dapat apa yang diinginkan lah," kata Prasetyo di Gedung DPRD DKI, Selasa (20/10/2015).

Mengenai langkah Ahok yang akan menggandeng profesional muda Indonesia di Singapura dan para investor untuk mengembangkan BUMD di Jakarta, Prasetyo juga enggan berkomentar.

"Ya, gue enggak ngerti deh itu, gimana, gue enggak diajak ngomong," tegasnya.

Sementara itu, mengenai besaran KUA-PPAS yang dipangkas mencapai Rp 10,5 triliun, Prasetyo mengatakan hal tersebut untuk meningkatkan efisiensi anggaran Pemprov DKI.

"Kita bukan menghambat lho, ya. Karena bukan apa-apa, selama ini kan melihatnya besar, besar, besar. Kemungkinan dengan item yang begitu banyak item, Gubernur pun belum tentu tahu. Ya, fungsi kita ini harus jalan untuk mengawasi, maka kita rapatkan di Banggar, Alhamdulillah terpotong banyak," pungkas Prasetyo.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini