Share

Warga Pertanyakan Uang Ganti Rugi Pembangunan BKT

Fahmi Firdaus , Okezone · Rabu 21 Oktober 2015 00:09 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 21 338 1235239 warga-pertanyakan-uang-ganti-rugi-pembangunan-bkt-6jTamoiAcp.jpg Foto: dok Okezone
JAKARTA - Suhadi, kuasa hukum Andy Wirawan Iskandar sebagai salah satu ahli waris Thio Say Eng menemui Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Kedatangannya untuk mempertanyakan kebenaran pencairan uang ganti rugi tanah yang dipergunakan untuk pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) serta kebenaran pemberitahuan putusan banding. Thio Say Eng sendiri merupakan pemilik tanah sertifikat dengan girik yang terletak di Cakung, Jakarta Timur. Dari tanah itu, seluas 2,4 Ha sudah dibebaskan oleh Pemprov DKI Jakarta dengan nilai ganti rugi kurang lebih Rp 46 milyar. Karena banyaknya orang yang mengklaim kepemilikan tanah tersebut, maka uang itu dititipkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

“Berdasarkan surat keterangan dari Kelurahan Ujung Menteng bahwa lokasi tanah itu yang terkena BKT dengan girik C 55 atas nama milik Thio Say Eng,” kata Suhadi kepada wartawan di PN Jaktim, Selasa (20/10/2015).

Suhadi selaku kuasa hukum Andy Wirawan Iskandar mengirim surat ke PN Jakarta Timur agar sisa uangnya sekitar Rp 6 miliar diblokir. Dia juga membuat laporan polisi (LP) ke Polda Metro Jakarta, terkait adanya dugaan penggunaan surat palsu dengan no LP/3432/X/2012/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 5 Oktober 2012.

Di samping itu ia juga mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan nomor perkara 341/Pdt.G/2012/PN.Jaktim. “Sewaktu di Pengadilan kami menang, bahwa tanah itu milik klien kami dan uang ganti rugi yang dibayarkan Pemprov DKI ke pengadilan itu uang milik klien kami,” jelasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini