Share

Soal Ganti Rugi BKT, Warga Ancam Somasi PN Jaktim

Fahmi Firdaus , Okezone · Kamis 29 Oktober 2015 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2015 10 29 338 1240092 soal-ganti-rugi-bkt-warga-ancam-somasi-pn-jaktim-71Ez0Khqgr.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur menyatakan, pencairan uang konsinyasi (titipan) sebesar Rp6,7 mikliar atas tanah seluas 6.750 hektare, yang dijadikan pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur sudah sesuai prosedur.

Ketua PN Jakarta Timur, Yahya mengatakan, uang tersebut dicairkan sudah sesuai dengan data PN Jaktim yaitu pihak-pihak yang berhak menerima.

“Dokumennya lengkap, orangnya juga difoto, berbentuk BG (bilyet giro) bukan berbentuk uang, yang mencairkan ahli warisnya langsung ke bank, kita tidak ikut campur, dan setelah itu kita tidak ada hubungan lagi,” kata Yahya saat dihubungi wartawan, Kamis (29/10/2015).

Saat ini, kata dia, pihaknya harus berhati-hati betul soal masalah pencairan dana. Pasalnya, tidak cukup hanya dengan kuasa, tapi harus yang bersangkutan langsung yang hadir.

“Pencairan Rp6,7 miliar ini merupakan bagian dari pencairan sekira Rp8 miliar yang dicairkan empat atau lima tahun lalu. Rp23 miliar sudah dicairkan empat atau lima tahun lalu. Nah, ahli waris Karawang yang jumlahnya 17 orang pada waktu itu tidak mau menerima, beberapa bulan lalu, mereka mau menerima. Jadi kita ini hanya melanjutkan kesepakatan yang telah dilaksanakan tiga atau empat tahun lalu itu,” tandasnya.

Sementara itu, C Suhadi selaku kuasa hukum ahli waris Andy Wirawan Iskandar (Lie Ho An) sebagai salah satu ahli waris almarhum Thio Say Eng menyatakan, dalam beberapa hari ke depan ini akan mensomasi Pengadilan Negeri Jakarta Timur agar mengembalikan uang tersebut.

"Kalau dalam satu minggu tidak ada realisasi ataupun ketentuan yang jelas untuk menyelesaikan masalah ini, maka akan mengambil langkah hukum baik secara pidana maupun secara kelembagaan," ujarnya.

Menurutnya, somasi itu akan dilayangkan karena ahli waris Thio Say Eng sebagai pihak yang memenangkan perkara sebagai pihak yang berhak menerima uang tersebut tetapi tidak dilibatkan.

“Padahal gugatan perkara tersebut dimenangkan oleh ahli waris almarhum Thio Say Eng, sehingga secara yuridis uang tersebut tidak bisa dicairkan dengan alasan apapun,” tandasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini