nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Memprihatinkan, 33 Anak di Tangerang Positif HIV/AIDS

Kamis 17 Desember 2015 15:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 12 17 338 1269667 memprihatinkan-33-anak-di-tangerang-positif-hiv-aids-vICqGv4do0.jpg ilustrasi (foto: Okezone)

TANGERANG - Aparat Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, melakukan pendataan terhadap 33 anak terkena HIV/AIDS untuk menanggulanginya, karena penyakit tersebut terus bertambah dari tahun ke tahun.

"Penderita HIV/AIDS di wilayah ini terus bertambah, belakangan menimpa anak ada sebanyak 33 kasus dan 34 kasus ibu rumah tangga," kata Kepala Dinkes Pemkab Tangerang, Naniek Isnaini di Tangerang, Kamis, (17/12/2015).

Naniek mengatakan perlu strategi khusus untuk menekan laju pertumbuhan endemi virus tersebut dengan melibatkan berbagai pihak.

Saat ini terdapat 862 kasus penderita HIV/AIDS yang sebelumnya hanya sebanyak 685 kasus selama tahun 2014, katanya.

Semula penderita HIV/AIDS hanya tersebar pada kawasan tertentu, tapi sejak awal tahun 2015 sudah hampir menyeluruh dari sebanyak 29 kecamatan yang ada.

Menurut dia langkah pencegahan baru dilaksanakan oleh bidang kesehatan saja, tapi belum terlibat secara langsung pihak lain seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan dan pihak berkepentingan lainnya.

Pihaknya prihatin terhadap kasus HIV/AID yang menimpa anak dan ibu rumah tangga itu, padahal mereka tidak mengetahui secara pasti penyebab penyebarannya.

Meski populasi penyebaran virus itu diantaranya melalui jarum suntik, kaum homoseksual dan PSK karena sering berganti pasangan, tapi perlu upaya untuk pencegahan.

Dia mengatakan bahwa penyebaran virus tersebut selama tahun 2015 telah meningkat drastis yakni mencapai 22,6 persen.

Penderita kadang enggan untuk melaporkan karena ada anggapan negatif dari masyarakat bahwa bila ada warga yang kena HIV/AIDS dijauhi atau dikucilkan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkab Tangerang, Iskandar Mirsyad mengatakan pihaknya berupaya untuk menekan jumlah penderita HIV/AIDS salah satunya dengan menutup lokasi prostitusi di Desa Dadap, Kecamatan Kosambi.

Pemkab Tangerang, katanya, berencana membangun Islamic Center di Desa Dadap yang merupakan lokasi prostitusi mulai tahun 2016.

Padahal sebelumnya, Pemkab Tangerang sudah merancang proyek tersebut agar nantinya dapat dimanfaatkan untuk pusat kegiatan keagamaan.

Demikian pula di kawasan itu nantinya dibangun Masjid Agung yang terbesar di kawasan Pantai Utara agar dapat menampung umat menjalankan ibadah yang berasal dari wilayah sekitar. (ANT)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini