Bareskrim Didesak Tuntaskan Kasus Sengketa Saham Hotel

Rizka Diputra, Okezone · Kamis 17 Desember 2015 19:33 WIB
https: img.okezone.com content 2015 12 17 338 1269900 bareskrim-didesak-tuntaskan-kasus-sengketa-saham-hotel-T4D0zBVymH.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Mabes Polri didesak segera menuntaskan penanganan kasus dugaan penipuan dan pemberian keterangan palsu pada akta otentik serta penggelapan dalam kasus dugaan kepemilikan tidak sah Hotel BCC Batam, yang menjadikan Tjipta Fudjiarta, pengusaha Batam, menjadi tersangka.

Kepala Bidang Intel Investigasi LPPNRI, Budi Prihyono mengaku ragu dengan keseriusan penyidik kepolisian Dit Tipideksus Bareskrim Polri untuk menuntaskan kasus tersebut.

"Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus tersebut bolak-balik antara Kejaksaan ke Kepolisian. Kenapa tidak segera dilengkapi petunjuk yang diminta Kejaksaan? Karena itu melalui surat terbuka ini, kami minta bantuan Kapolri dan Kabareskrim untuk menginstruksikan jajaran Dit Tipideksus untuk segera menuntaskan kasus tersebut," kata Budi, Kamis (17/12/2015).

Menurutnya, apabila pihak Dit Tipideksus tidak dapat menemukan pelanggaran pidana, maka LPPNRI menyarankan agar perkara ini dilimpahkan kembali ke Dit Tipidum Bareskrim Polri yang telah menetapkan tersangka. Ia mengaku heran di dalam institusi yang sama ada dua hasil yang berbeda.

"Dit Tipidum menyatakan kalau kasus itu ada unsur pidananya, sedangkan Dit Tipideksus malah menyimpulkan bahwa kasus ini bukan kasus pidana? Ada apa ini? Kok ada perbedaan? Ada kekhawatiran ini ada 'pesanan' dari pihak tertentu," paparnya.

Pihaknya mensinyalir adanya dugaan intervensi dari salah satu oknum petinggi Kepolisian. Ia juga mengaku telah mengkroscek penanganan perkara tersebut di Propam, namun ternyata tidak sesuai harapan.

"Seharusnya pelapor mendapat SP2HP setelah dalam waktu 25 hari laporan masuk. Kenyataannya sampai sekarang belum mendapatkan suratnya. Saya sudah dijanjikan kembali akan mendapatkan SP2HP setelah 25 hari dari kemari, kita tunggu," sesalnya.

Sekadar diketahui, putusan praperadilan di PN Jakarta Selatan, melalui hakim tunggal Tursinah Aftianti telah memerintahkan termohon (Polri) untuk melanjutkan penyidikan dan selanjutnya melimpahkan kembali berkas perkara tindak pidana No: LP/587/VI/2014/Bareskrim, tertanggal 9 Juli 2014 ke Kejagung.

Dalam pertimbangannya hakim menyebut bahwa tersangka Tjipta Fudjiarta sebagaimana dilaporkan, tidak membayar kewajibannya dalam pembelian saham Hotel BCC tersebut. Namun, secara fakta, Tjipta Fujiarta beserta keluarganya telah menguasai hotel senilai Rp400 miliar tersebut.

Conti Chandra sendiri pernah menyatakan akan melaporkan kasus ini ke Propam Mabes Polri terkait dugaan penyidik menghilangkan barang bukti penyerahaan berkas kepada jaksa penuntut umum, terutama lampiran berkas bukti transfer asli yang diduga direkayasa Tjipta. Pihak Chandra berharap Kepolisian benar-benar menjalankan amanat rakyat dengan tidak terkontaminasi kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan tertentu.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini