Share

Ini Alasan Yusril Datangi Bareskrim Hari Ini

Qur'anul Hidayat, Okezone · Kamis 07 Januari 2016 20:13 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 07 338 1283183 ini-alasan-yusril-datangi-bareskrim-hari-ini-gCLUuTkGQG.jpg Yusril Ihza Mahendra (Okezone)

JAKARTA - Pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra datangi Bareskrim Mabes Polri untuk meminta kejelasan kasus penipuan yang melibatkan seorang pengusaha asal Samarinda bernama Abidinsyah yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka.

Rudi Kabunang selaku pengacara Abidinsyah menjelaskan, adalah pemilik tiga usaha, yakni PT Sungai Berlian Bakti, CV Sungai Berlian Jaya dan CV Atap Tri Utama yang bergerak di bidang tambang batu bara.

Kliennya dilaporkan oleh Usman karena dianggap melakukan penggelapan uang sebesar Rp20 miliar. Saat ini, Abidin sudah ditetapkan jadi tersangka dan ditahan di Bareskrim selama 25 hari. Dalam kasus ini ada wanita bernama Leny yang dihadirkan sebagai saksi untuk memperkuat tuduhan ke Abidin.

Anehnya, kata Rudi, yang berhutang dan seharusnya dituduhkan telah melakukan penipuan adalah Usman dan Leni yang sempat melakukan kerjasama dengan Abidinsyah, guna membayar hutang sebesar Rp70 miliar.

Hutang itu sendiri berawal saat Abidinsyah menjalankan usaha tambangnya dengan seorang pria bernama Doni yang juga dilaporkan dalam kasus ini. Dalam prosesnya, Doni tak mampu membayar biaya dan royalti kepada Abidinsyah senilai Rp70 miliar.

Karena merugi, Abidinsyah kemudian sempat menghentikan proses tambangnya sampai akhirnya Doni datang kembali dengan menawarkan Leny, sebagai pihak yang diajak bekerjasama.

"Abidin mau kalau mereka mau bayar utang Rp70 m itu. Dalam perjanjian maka akan membayar (sambil usaha berjalan). Setelah di-takeover pengelolaan tambang, dibayarlah Rp20 m secara bertahap, tapi jalan waktu tidak mampu bayar sisa (Rp50 m)," ungkap Rudi menjelaskan di Mabes Polri, Kamis (7/1/2016).

Setelahnya dibuat kesepakatan kedua dengan Usman sebagai pihak yang saat itu baru terlibat. Abidin pun memberi syarat sama agar pihak yang bekerjasama dengannya bisa membayar sisa hutang.

Bukannya membayar utang, pihak yang bekerjasama dengan Abidin itu malah melakukan ekspor batubara yang merugikan dirinya senilai Rp20 miliar. Artinya, Abidin kembali dihutangi sejumlah awal yakni Rp70 miliar.

"Pak Haji (Abidinsyah) nunggu, ini mana yang kalian bayar? Dan malah Usman lapor Abidin dengan tuduhan penggelapan uang Rp20 m. Sekarang bagaimana, Pak Abidin yang punya barang, malah dilapor," ungkapnya.

Saat ini, Abidin harus ditahan selama 25 hari. Sedangkan, Doni belum bisa diproses karena masih buron. Rudi sendiri sudah melaporkan Usman atas tuduhan penggelapan pajak, pemalsuan surat dan pemberian cek blong.

"Penggelapan pajak itu sendiri terkait pengiriman ekspor batubara sejumlah USD52 juta ke luar negeri," tutupnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini