Kerjasama PDAM Tangerang dengan PT Moya Tuai Komentar

Denny Irawan (Koran Sindo), Koran SI · Minggu 17 Januari 2016 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2016 01 17 338 1290238 kerjasama-pdam-tangerang-dengan-pt-moya-tuai-komentar-lm7Q2uEDf3.jpg Foto (Okezone)

TANGERANG - Kerjasama aneh yang sudah berlangsung sejak 2012-2016 antara PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang dengan perusahaan PT Moya menuai beragam komentar. Meski tak berjalan, kerjasama tersebut tetap akan dipertahankan.

Direktur PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang, Suyanto, mengakui ada keanehan pada kerjasama yang ditandatangani pada Februari 2012 itu. "Sepeserpun tak ada transaksi sejak 2012," ujarnya.

Bahkan, Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang, Solihin, mengaku pihaknya mendorong agar kerjasama ulang PDAM dengan perusahaan asal Bahrain itu tetap berjalan. "Kerjasama itu tidak ada masalah. Cuma ada satu kendala karena adanya putusan MK yang menghapus UU Sumber Daya Air. Jadi, perusahaan swasta tidak boleh menjual air bersih, cuma sebagai operator," ujar Solihin.

Ia berharap PDAM segera menyelesaikan review kerjasama dengan PT Moya agar pengembangan segera dilakukan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang, Hilmi Fuad, menyatakan tidak memiliki kepentingan dengan PT Moya. Ia berharap PDAM tidak meninggalkan kasus hukum karena kerjasama tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan BPK, telah dikeluarkan rekomendasi harga air curah Rp2.169. Artinya, di samping setelah ada kesepakatan harga ini diharapkan masyarakat dapat terlayani kebutuhan air bersihnya dan pihak PDAM tidak mengalami kerugian," tuturnya.

Mantan Ketua DPD PKS Kota Tangerang tersebut menilai PT Moya sudah memiliki infrastruktur yang siap. Sejak awal kerjasama tahun 2012 dengan PDAM, PT Moya sudah memasang sistem perpipaan. Ia berharap tahun ini bisa terealisasi, minimal 50 persen sudah dapat mengaliri air ke masyarakat.

Ia juga menegaskan kalau kepentingan masyarakat akan air dapat segera terpenuhi. Kalau tidak, lebih baik kerjasama tersebut disudahi.

"Kalau saya prinsipnya, karena enggak ada kepentingan dengan PT Moya, intinya PDAM bekerjasama dengan pihak swasta mana saja, yang penting masyarakat dapat segera terlayani kebutuhan air bersihnya dan pihak PDAM tidak rugi. Tapi kalau tidak berjalan dengan baik, putus saja kerjasama dengan Moya," serunya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini