Kasus Sentul City Mengendap, Mahasiswa Geruduk Kejagung

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 09 Februari 2016 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2016 02 09 338 1308166 kasus-sentul-city-mengendap-mahasiswa-geruduk-kejagung-sI7aZJkvrU.jpg Foto:Ist

JAKARTA - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad) menggelar unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung. Mereka meminta Kejagung kembali membuka kasus dugaan korupsi PT Sentul City.

"Kami meminta agar Jaksa Agung untuk kembali mengusut dan menangkap dugaan korupsi ini, karena kasus ini dinilai janggal," kata Presedium Kamerad, Haris Pertama, di Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa (9/2/2016).

Haris menduga ada indikasi korupsi dan penipuan dalam pembelian izin lokasi perumahan dari Pemerintah Kabupaten Bogor kepada PT Sentul City Tbk agar menyediakan tanah untuk pemakaman seluas 119,2 hektare.

Namun dalam pelaksanannya, tanah fasum yang sedianya untuk pemakaman telah terjadi proses penipuan, surat yang harusnya sertifikat untuk diserahkan ke Pemkab Bogor hanya berupa girik. "Di sinilah terjadi proses tindak pidana korupsi dan penipuan," tegasnya.

Ia mengatakan, kasus ini sudah pernah diproses pada 2011. Namun anehnya, sampai saat ini pihak Kejagung belum menetapkan tersangka. Perkara dugaan tipikor yang berlokasi di Kabupaten Bogor ini mandek sejak akhir 2011. Padahal, sudah ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk ditindaklanjuti.

“Karena itu, kami menanyakan tindak lanjut dugaan tipikor ini, sekaligus mendesak segera dilanjutkan prosesnya demi tegaknya keadilan. Ada potensi kerugian negara Rp2,2 triliun,” tegasnya.

Massa Kamerad diterima oleh bagian hubungan antarlembaga, Firmansyah. Menurutnya, laporan ini diterima dan akan disampaikan ke pimpinan untuk ditindaklanjuti. "Kami akan sampaikan tuntutan teman-teman ke pimpinan," ujarnya.

Firmansyah juga menyampaikan kasus tersebut nantinya ditindaklanjuti dengan menanyakan ke Kejari Cibinong.

Ditanya apakah ini sudah memenuhi unsur. Firmansyah mengatakan itu bukan wewenang dirinya. "Nanti kita sampaikan, beri kami waktu seminggu untuk menelaah laporan ini, soal memenuhi unsur bukan wewenang kami," jelasnya.

Sekadar diketahui, Presiden Direktur PT Sentul City yang juga Komisaris Utama PT Bukit Jonggol Asri (BJA), Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng, dijatuhi hukuman pidana lima tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini