Sejumlah Sopir Angkot di Tangsel Keluhkan Maraknya KIR Palsu

Hambali, Okezone · Kamis 03 Maret 2016 00:30 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 03 338 1326291 sejumlah-sopir-angkot-di-tangsel-keluhkan-maraknya-kir-palsu-qp5pitFfTm.jpg KIR yang diduga palsu (Hambali/Okezone)

TANGERANG SELATAN - Sejumlah sopir trayek umum angkutan kota (angkot) di Kota Tangerang Selatan mengeluhkan maraknya surat KIR palsu, pasalnya hal itu dapat merugikan mereka manakala terjadi razia oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) yang melakukan pengecekan kelengkapan surat-menyurat dan KIR yang mereka miliki.

Para sopir ini khawatir, sanksi denda dan pencabutan izin trayek dapat menghantui mereka setiap saat. Hal itu di sampaikan oleh Ketua Koperasi trayek D15 Pamulang-Lebak Bulus, Ria Irawan, saat menggelar pertemuan dengan sekira 140 sopir pengguna trayek tersebut di Jalan Setia Budi, Pamulang, Tangsel, Rabu 2 Maret 2016.

"Saat kita lakukan perpanjangan KIR di Dishub Tangsel kemarin, ternyata ada sekira 30 persen dari total 140 unit angkot yang tergabung dalam koperasi ini, KIR-nya dinyatakan palsu," kata Irawan kepada wartawan.

Anehnya, sambung dia, hal itu justru baru diungkap oleh petugas Dishub saat perpanjangan KIR di tahun 2016 ini, sementara pengurusan KIR yang rutin dilakukan sebelumnya, yakni sejak tahun 2012 lalu dianggap palsu, padahal seluruh trayek tersebut selalu mengurus uji KIR sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Saat mengurus KIR yang lalu kita melalui jasa seseorang yang biasa urus kesana (Dishub), tapi saat ini kita urus langsung ternyata begitu di cek datanya tidak ada sejak tahun 2012 lalu," sambungnya.

Akibatnya, seluruh perpanjangan KIR atas trayek tersebut terpaksa ditunda sampai ada penuntasan atas dugaan indikasi KIR 'aspal' yang mereka terima, walaupun hal itu akan beresiko kepada para sopir angkot rute Pamulang-Lebak Bulus, jika terkena razia oleh petugas Dishub di lapangan.

"Ya akhirnya para sopir (Angkot) yang dirugikan, jika ada razia mereka yang bakal dikenakan denda bahkan sampai mobil di tahan," pungkasnya.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini