Terdakwa Kasus Korupsi UPS Dituntut 7 Tahun Penjara

Reni Lestari, Okezone · Kamis 03 Maret 2016 20:34 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 03 338 1327168 terdakwa-kasus-korupsi-ups-dituntut-7-tahun-penjara-WEzVqoKOvg.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Barat menuntut terdakwa korupsi pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) di 25 SMA/SMK pada Suku Dinas Pendidikan Menengah di Jakarta Barat, Alex Usman dengan hukuman pidana selama 7 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

"Menjatuhkan pidana Alex Usman dengan pidana 7 tahun dikurangi masa tungu tahanan. Dan Menjatuhkan pidana denda Rp 500 juta sunsidair 6 bulan penjara," kata Tajsrifin, JPU pada Kejari Jakbar saat membacakan amar tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (3/3/2016).

Atas tuntutan tersebut, Alex menyatakan akan mengajukan pledoi atau pembelaan yang diwakilkan kepada kuasa hukumnya. Karenanya, Hakim Ketua Sutarjo memunda sidang hingga Senin, 7 Maret 2016 mendatang dengan agenda pembacaan pledoi.

"Sidang kami tunda sampai dengan hari Senin 7 Maret 2016. Pada saat itu saudara (terdakwa) diberikan kesempatan untuk mengajukan pledoi," kata Sutarjo.

Adapun hal-hal yang memberatkan tuntutan ini adalah, perbuatan Alex bertentangan dengan program pemerintah program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Sedangkan beberapa hal yang meringankan yakni, Alex bertindak sopan dan kooperatif selama persidangan, masih memiliki tanggungan keluarga, dinilai tidak ikut menikmati uang korupsi, belum pernah menjalani hukuman sebelumnya dan menyesali perbuatan tersebut.

"Beberapa pertimbangan jaksa dalam merumuskan tuntutan, yaitu pertimbangan memberatkan, tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Sedangkan pertimbangan yang meringankan, bersikap sopan dan kooperatif selama persidangan, belum pernah dihukum, punya tanggungan keluarga, menyesali perbuataanya," jelas Tajsrifin.

Diketahui, mantan Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, Alex Usman, didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat Uninterruptible Power Supply (UPS) 25 SMA/SMK pada Suku Dinas Pendidikan Menengah di Jakarta Barat pada APBD Perubahan tahun 2014.

Dia didakwa melakukan korupsi tersebut bersama-sama dengan Harry Lo (Direktur Utama PT Offistarindo Adhiprima), Harjady (Direktur CV lstana Multimedia Center), Zulkarnaen Bisri (Direktur Utama PT Duta Cipta Artha), Andi Susanto, Hendro Setyawan, Fresly Nainggolan, Sari Pitaloka, serta Ratih Widya Astuti.

Tidak hanya itu, ada pula nama anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta yang juga anggota Badan Anggaran, Fahmi Zulfikar Hasibuan, dan Ketua Komisi E DPRD DKl Jakarta, HM Firmansyah, yang didakwa bersama dengan Alex turut melakukan korupsi.

Perbuatan Alex tersebut diduga telah memperkaya diri sendiri, atau orang lain atau suatu korporasi. Alex selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) didakwa telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan menggelembungan harga dalam pengadaan UPS, serta melakukan penunjukkan langsung dalam proses lelangnya sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp81.433.496.225.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini