Abrasi Pantai di Wilayah Kabupaten Tangerang Memprihatinkan

ant, · Jum'at 25 Maret 2016 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2016 03 25 338 1345486 abrasi-pantai-di-wilayah-kabupaten-tangerang-memprihatinkan-VilZyNffiq.jpg Ilustrasi (Okezone)

TANGERANG – Kondisi pesisir Laut Jawa, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang, sangat memprihatinkan akibat dampak dari abrasi yang terjadi.

"Banyak faktor penyebab abrasi, diantaranya akibat hutan bakau hilang, padahal hutan bakau berfungsi sebagai penahan gelombang," kata Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Perikanan DKP Pemkab Tangerang, Haerul Latif, di Tangerang, Jumat (25/3/2016).

Haerul menambahkan, tanaman bakau merupakan gerbang utama penyelamat pantai dari terjangan gelombang Laut Jawa. Penyebab abrasi lainnya adalah ancaman angin musim barat yang kencang menambah tinggi gelombang air laut ke daratan. Bahkan adanya kegiatan pengalian pasir laut oleh pihak tertentu menyebabkan abrasi sulit untuk dapat dikendalikan.

“Bangunan yang tegak lurus di sekitar pantai juga menjadi faktor penyebab mempercepat abrasi,” ujarnya.

Haerul menuturkan, akibat abrasi itu, warga pesisir dirugikan karena daratan berkurang untuk menanam aneka palawija maupun tanaman keras lainnya. Hingga kini tercatat seluas 597 hektare lahan daratan lenyap oleh hantaman gelombang yang tersebar pada sejumlah kecamatan.

“Abrasi itu mengancam keselamatan lahan di pesisir sepanjang 51,2 kilomete, mulai dari Kronjo hingga ke Kosambi,” tuturnya.

Menurut haerul, abrasi terparah berada di Desa Kohod Kecamatan Pakuhaji mencapai 130 meter daratan setiap tahun lenyap.

Guna mengatasi abrasi tersebut, pihaknya melakukan pemetaan dan identifikasi serta luas cakupan bakau yang harus ditanam.

Pihaknya bersama warga sudah menanam puluhan ribu pohon bakau sepanjang pesisir dan berupaya untuk menambah kembali dengan skala prioritas lokasi yang dianggap parah terhadap terjangan gelombang.

DKP setempat telah meminta kepada pemerintah pusat untuk membangun turap pemecah gelombang, karena memerlukan pendanaan yang besar.

(fds)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini