Gusur Pasar Ikan, Idrus: Ahok Jangan Habisi Orang Miskin

Arief Setyadi , Okezone · Senin 11 April 2016 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2016 04 11 338 1360025 gusur-pasar-ikan-idrus-ahok-jangan-habisi-orang-miskin-EuLlX6hSks.jpg M Idrus Sapa Warga (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA - Penolakan penggusuran kawasan Pasar Ikan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara tampaknya percuma. Pasalnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tetap kekeuh menggusur kawasan tersebut.

Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhamad Idrus pun mengkritik penggusuran di kawasan Pasar Ikan Luar Batang. Menurutnya, pemerintah harusnya memperhatikan warga pinggiran, bukan malah 'menghabisi' mereka karena mereka merupakan salah satu penopang ekonomi.

“Seharusnya pemerintah (Ahok) bisa memperhatikan kaum pinggiran. Jangan terus menerus menghabisi masyarakat lemah. Tidak usah menciptakan perbedaan antara orang berada dengan tidak punya. Apalagi ini mengusir orang-orang miskin dari Jakarta," ujarnya, di Jakarta, Senin (11/4/2016).

Idrus mengatakan, bukan hanya kawasan Kali Jodo, Kampung Pulo, Pasar Ikan, dan Luar Batang yang ilegal dalam mendirikan bangunan. Tetapi, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Pluit yang tak lain tempat tinggal Ahok, serta kawasan reklamasi pantai Jakarta juga ilegal didirikan bangunan.

(Baca juga: Gusur Pasar Ikan, Pemprov Klaim Kedepankan Kemanusiaan)

Bedanya, sambung calon yang memiliki jargon JakartaKEREN itu, kawasan Kali Jodo cs itu tak bisa mengubah lahan ilegal menjadi legal karena mereka merupakan orang miskin. Beda halnya dengan kawasan PIK, Pluit, dan lainnya yang dihuni orang menengah ke atas yang bisa mengubah ilegal menjadi legal.

“Pemrov DKI harus menghentikan penggusuran ini. Jika dilakukan secara massif dan terstruktur akan berdampak hilangnya sumber pendapatan mengakibatkan menurunnya daya beli dan dampak lainnya akan terjadi inflasi pada saudara kita di bawah garis kemiskinan," ujar pria berusia 38 tahun itu.

Idrus menambahkan, jika penggusuran terus dilakukan yang akan terkena dampaknya adalah rakyat kecil. Padahal, mereka merupakan penopang ekononomi. "Para pedagang kecil dan gerobakan ketoprak, mie ayam, nasi goreng, mereka biasanya tinggal di tempat kontrakan secara bersama jika terjadi penggusuran dan berpindah tempat akan terjadi pertambahan modal dan biaya sehingga harga jual terkerek naik yang tadinya Rp10.000 semangkok bisa Rp15.000. Itu bikin susah rakyat kecil,” kata Idrus.

Menurut Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Tigor Nainggolan, penggusuran yang dilakukan Ahok karena dirinya menyadari bahwa warga miskin takkan memilihnya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada 2017.

“Jadi pas jika Ahok bumi hangus warga miskin dari Jakarta. Agar warga miskin tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Jakarta,” kata Tigor.

Data yang dimiliki FAKTA, setidaknya jumlah warga miskin yang tergusur meningkat secara signifikan. Pada 2013 saja ada 17533 jiwa, lalu 2014 ada 15931 jiwa, dan di 2015 ada 28572 jiwa. “Stop penggusuran warga miskin! Jakarta bukan hanya untuk orang kaya dan kelas menengah saja!” tegas Tigor.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini