nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Sebut 2030 Jakarta Tenggelam, Ahok: Itu Teori

Reni Lestari, Jurnalis · Jum'at 29 April 2016 12:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2016 04 29 338 1375934 jokowi-sebut-2030-jakarta-tenggelam-ahok-itu-teori-Kk6m0Oc898.jpg Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas membahas reklamasi teluk Jakarta menyatakan penurunan muka tanah di ibu kota sudah dalam tahap yang memprihatinkan. Bahkan, ia memprediksi, jika dibiarkan dan tak ditanggulangi, seluruh Jakarta Utara akan tenggelam pada 2030 mendatang.

Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan hal tersebut adalah teori berdasarkan hasil kajian. Karenanya, berdasarkan hasil kajian dan prediksi tersebut, ia mengaku akan membatasi pengambilan air tanah.

"Itu hitungan teori, kalau Jakarta terus turun setiap puluhan senti. Makanya solusinya itu kita cepat cepat batasi pelarangan pengambilan air tanah," kata Ahok di RPTRA Rasamala, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (29/4/2016).

Selanjutnya, Ahok juga mengatakan masih mengkaji pembangunan tanggul A, B dan C sebagai bagian dari proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di Pantai Utara Jakarta. Proyek ini diketahui merupakan bagian dari program penanggulangan banjir.

"Yang kedua, kita mau tes dulu tanggul A sambil tanggul B dan C lagi dipelajari, itu bantuan hibah dari Belanda. Dan Korsel kita akan coba bangun dulu tanggul A dari situ kita akan ada alat pengukur tiap tahun turun berapa senti," jelas dia.

Lebih lanjut mantan Bupati Belitung Timur ini menjelaskan, soal teori tenggelamnya Jakarta, masih bisa diperdebatkan, karena kajian yang muncul mengenai hal ini juga tidak sedikit. Dari berbagai kajian tersebut, masing-masing mengemukakan analisis yang berbeda.

"Karena teori itu masih berdebat. Karena ada teori yang mengatakan dia akan turun, tapi akan berhenti pada batas tertentu. Jadi sekarang memang turun 10 cm sampai 20 cm. Ada teori yang mengatakan mungkin dia sampai satu meter kemudian dia akan berhenti," papar dia.

"Tapi juga ada teori yang mengatakan enggak. Buktinya Belanda sekarang berada enam atau tujuh meter di bawah permukaan laut. Kalau segitu, tanggul kita yang 3,8 enggak akan cukup. Kalau kita mau bikin tanggul 10 meter 20 meter enggak mungkin juga bikinnya di depan," tutup Ahok.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini