Buruh Minta Kenaikan Upah, Ini Tanggapan Ahok

Reni Lestari, Okezone · Minggu 01 Mei 2016 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2016 05 01 338 1377358 buruh-minta-kenaikan-upah-ini-tanggapan-ahok-nU0i1dpsch.jpg Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Antara)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan, tuntutan kenaikan upah buruh tidak tepat diajukan. Menurutnya, yang paling berperan dalam naik turunnya kesejahteraan buruh adalah inflasi, yang selama ini menjadi tugas pemerintah untuk menekannya.

"Itu yang saya katakan bukan memaksa kenaikan upah, tapi bagaimana pemerintah membantu para buruh supaya dia punya uang untuk ditabung, untuk disimpan, untuk investasi. Buat apa naik gaji tapi inflasi juga begitu tinggi. Ini yang kami lakukan setahun dua tahun ini, kami menekan inflasi," kata Ahok usai sensus ekonomi di rumahnya di Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Minggu (1/4/2016).

Ia menjelaskan, jika para buruh menuntut kenaikan upah, hal itu akan berdampak pada tingginya biaya produksi barang. Akibatnya, dalam masyarakat ekonomi ASEAN, barang produksi Indonesia akan kalah saing karena biaya produksi tinggi menyebabkan harga pun otomatis naik drastis.

"Kalau kamu tuntut naik gaji, kalau kami gagal menahan inflasi itu yang membuat negara jadi bencana. Inflasinya tinggi, kamu enggak bisa hidup, kamu minta naik gaji, biaya produksi barang kamu tinggi, bisa enggak kamu bersaing di masyarakat ekonomi ASEAN? enggak bisa," jelas dia.

Mantan Bupati Belitung Timur itu melanjutkan, yang harus dilakukan pemerintah di era persaingan ekonomi begitu ketat ini adalah menahan inflasi. Selain itu juga menurunkan biaya hidup masyarakat, dengan membangun berbagai fasilitas umum yang terjangkau bahkan gratis.

"Kami memberikan bus TransJakarta sampai bekasi tangerang R3.500. Itu kan untuk menurunkan biaya hidup Anda. Kami melakukan operasi pasar, gula, minyak sayur dengan merek food station, kita buka RPTRA, itu dalam rangka menurunkan biaya hidup anda, termasuk BPJS," ungkap Ahok.

Selain bus Transjakarta, Pemprov DKI Jakarta juga tengah gencar membangun rumah susun dengan harga sewa rendah. Ada pula bantuan pendidikan dalam bentuk Kartu Jakarta Pintar (KJP). Karenanya, untuk menggenjot ekonomi masyarakat, Ahok justru meminta para buruh meningkatkan produktivitas mereka, sedangkan pemerintah akan berusaha menekan biaya hidup serta inflasi.

"Nah sekarang gimana caranya produktivitas kamu tinggi, biaya hidup kami tekan, biayanya jadi murah. Sehingga anda dapat gaji yang tidak besar pun Anda sisanya banyak," tutur dia.

(Baca juga: "Bang Ahok, Save Guru Honorer DKI)

Sementara itu soal aksi puluhan ribu buruh yang turun ke Jakarta hari ini, Ahok tak mempermasalahkan sepanjang tidak terjadi aksi anarkis.

"Hari may day saya kira sudah dijamin mereka tidak akan anarki, ya sudah, kita percaya sama mereka saja. Kita juga terimakasih aparat menjaga dengan baik. Saya kira ya sekedar hari libur ya silakan," pungkas Ahok.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini