nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harkitnas, Ahok: Jatuh Tujuh Kali, Bangkit Tujuh Kali

Reni Lestari, Jurnalis · Jum'at 20 Mei 2016 10:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2016 05 20 338 1393274 harkitnas-ahok-jatuh-tujuh-kali-bangkit-tujuh-kali-IgSPOSTigV.jpg Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Okezone)

JAKARTA – Lahirnya Organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Boedi Oetomo menjadi tonggak awal bangsa Indonesia meraih kemerdekaan.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuturkan, perjalanan bangsa Indonesia yang tak luput dari berbagai permasalahan adalah sesuatu yang wajar. Namun, sejarah mengajarkan bahwa dalam kondisi apa pun, optimisme harus dibangun untuk bangkit dari masalah kehidupan berbangsa.

"Prinsip kita, kita peringati tiap tahun ini supaya ingatkan kita, kita memperjuangkan NKRI ini, memperjuangkan keadilan sosial ini, kita bisa jatuh. Jatuh tujuh kali, bangkit tujuh kali. Jadi, kita boleh jatuh-bangun. Tapi kalau digambarkan grafik, kita naik, jatuh, naik, jatuh enggak apa-apa. Tapi, tren bangsa ini tetap harus ke atas," kata Ahok usai memimpin upacara peringatan Harkitnas di Lapangan Eks IRTI Monas, Jumat (20/5/2016).

"Hidup bangsa pasti jatuh bangun. Tapi, hidup bangsa yang kita harapkan itu grafiknya harus ke atas. Nah, ini prinsip," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto. Ia mengatakan, momentum Harkitnas harus kembali mengingatkan tujuan bangsa yang tercantum dalam UUD 1945.

"Kita tentunya akan mengisi dengan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan inovatif untuk membangun bangsa ini. Menuju dalam hal ini dalam alinea keempat pembukaan UUD 45 yaitu mewujudkan masyarakat yang sejahtera adil dan makmur. Itu tujuannya sih," ucapnya.

Ahok mengungkapkan, tindakan konkret kebangkitan nasional di era kekinian bisa dituangkan dengan mewujudkan keadilan sosial, memberantas korupsi, dan mengoptimalkan pelayanan pada masyarakat.

"Yang lebih penting lagi, dalam konteks Jakarta saat ini adalah bagaimana kami dengan Polda dan TNI melepaskan orang-orang miskin dari cengkeraman penjahat-penjahat yang memaksa mereka tinggal di rumah yang tidak layak," tutup Ahok.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini