Usai Dicopot Ahok, Lasro Marbun Pilih Berkarir di Pedalaman

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Minggu 26 Juni 2016 06:10 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 26 338 1425381 usai-dicopot-ahok-lasro-marbun-pilih-berkarier-di-pedalaman-6ghikp5aFm.jpg Lasro Marbun (foto: Okezone)

JAKARTA - Usai dicopot Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Kepala Inspektorat Pemprov DKI Lasro Marbun, memilih berkarir di pedalaman. Tepatnya di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara.

Lasro mengatakan, keputusannya mengakhiri karier di Ibu Kota dan berpindah ke Pemkab Humbahas lantaran ingin membangun Indonesia melalui kampung halaman tercinta.

"Ini pindah tugas saja, jadi begini Indonesia ini luas dan saya selalu bilang 'saya ini orang desa yang bekerja di Jakarta untuk Indonesia'. Saya sudah lama melalangbuana di Jakarta dan menjadi pegawai negeri sejak 1987 sampai 2016 ini dan itu sudah berapa tahun," kata Lasro mengawali perbincangannya kepada Okezone, Minggu (26/6/2016).

(Baca Juga: Kepala Inspektorat & BPLHD Dicopot Gubernur DKI)

Mantan Kepala Dinas Pendidikan DKI ini mengungkapkan, niatan dirinya untuk berkarier di Humbahas juga mendapat izin dari Ahok dan direspons positif oleh Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor.

"Saya melalui izin Pak Gubernur dan Pak Bupati Humbahas dan akan membuat karya di kabupaten yang masih baru ini," ungkapnya.

Lasro memastikan, bahwa dirinya tidak akan mempersoalkan pendapatannya usai tak lagi menjadi PNS di lingkungan Pemprov DKI. Bahkan, setelah "hijrah" dari DKI Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) puluhan juta yang biasa ia terima dipastikan sirna.

"Kalau TKD jauh memang perbedaannya. Dan kebetulan saya keluarga kecil anak cuman dua, isteri juga kerja dan saya anak bontot dan berasal dari keluarga sederhana. Saya kira masalah kesederhaan sudah menjadi bawaan saya dari orok. Jadi tidak ada yang aneh kalau saya ke Humbahas. Di Jakarta saya juga sederhana dan rumah saya di pinggir kali," urainya.

Ia menambahkan, dirinya akan mengaplikasikan konsep kerja di Pemprov DKI ke Pemkab Humbahas. Baginya, sistem kerja di Ibu Kota yang menjadi barometer pemerintahan daerah akan ditularkan ke kabupaten baru dimekarkan tersebut.

"Karena baru itu kita masih bisa mengukir dan akan lebih indah dia kalau baru. Karena kalau sudah lama akan jadi sulit, saya ingin mengukir sejarah yang baik saja," tandasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini