Lima Warga Penjaringan Tolak Ahok Dibebaskan, Dua Masih Ditahan

Rachmat Fahzry, Okezone · Senin 27 Juni 2016 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 27 338 1425996 lima-warga-penjaringan-tolak-ahok-dibebaskan-dua-masih-ditahan-N213W8RAQO.jpg Suasana saat penolakan warga Penjaringan dengan kedatangan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Okezone)

JAKARTA – Lima dari tujuh orang yang ditangkap oleh petugas Polres Jakarta Utara terkait demo penolakan kedatangan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama sudah dibebaskan. Meski demikian, dua warga lainnya yang masih berstatus pelajar masih ditahan.

Aktivis Ratna Sarumpaet, pagi ini, Senin (27/6/2016) bersama tim advokasi berencana akan menghadap Kapolres Jakarta Utara untuk mengupayakan pelepasan, atau paling tidak penangguhan. Dan pada sore harinya, Ratna juga akan melapor ke Mabes Polri atas pemukulan Ustaz Herman.

Ustaz Herman merupakan warga Penjaringan yang diduga mendapat penganiayaan oleh petugas saat bentrok terjadi.

“Saya mengajak kawan-kawan yang kebetulan bisa, ikut serta. Ada kesan kuat Polisi berusaha melemahkan keberanian gerakan, dan itu harus dicegah salah satunya dengan menunjukkan solidaritas. Menunjukkan pada Ahok bahwa kita kuat,” seru Ratna melalui pesan singkat yang diterima Okezone.

(Baca: Mobil Ahok Nyaris Diamuk Massa, Dua Polisi Terluka)

Sebelumnya, warga Penjaringan menolak kedatangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hingga berujung ricuh. Ahok diketahui hadir dalam acara peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Penjaringan Indah. Ratusan demonstran yang gagal menghadang Ahok, baik pada saat masuk maupun keluar, mengamuk pada petugas keamanan. Bahkan, warga melempari petugas dengan batu.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini