Polisi Tetapkan Dua Tersangka Terkait Demo Penolakan Ahok

Putera Negara, Okezone · Senin 27 Juni 2016 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 27 338 1426051 polisi-tetapkan-dua-tersangka-terkait-demo-penolakan-ahok-Igz8dglWoc.jpg Warga Penjaringan menolak kedatangan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Okezone)
JAKARTA – Polres Metro Jakarta Utara menetapkan dua orang sebagai tersangka terkait demo penolakan kedatangan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Penjaringan, Jakarta Utara.

"Sepuluh orang sudah kami BAP dan dua orang kami tetapkan sebagai tersangka atas nama Izpan Rahman dan Mutadi," ucap Kapolres Jakarta Utara Kombes Daniel Bolly Tifaona, Senin (27/6/2016).

Ia menjelaskan bahwa kedua orang tersebut disangkakan Pasal 351 KUHP karena melakukan penganiayaan. "Jumat kemarin, resmi menahan dua pelaku pelemparan batu yang menyebabkan dua anggota luka di bagian dahi dan sampai dijahit," lanjutnya.

(Baca: Mobil Ahok Nyaris Diamuk Massa, Dua Polisi Terluka)

Bolly juga memaparkan bahwa penyerangan diduga dilakukan oleh massa yang berasal dari sejumlah ormas.

"Untuk meluruskan saja bahwa demo penolakan Ahok bukan saja dilakukan oleh FPI, tapi ada beberapa ormas yang turun ke jalan, dan tersangka yang sudah kita tahan dua orang adalah pelaku pelemparan terhadap dua anggota Polri yang luka. Bukan dari FPI, tapi dari kelompok masyarakat sekitar Luar Batang," tutur Bolly.

Sebelumnya, warga Penjaringan menolak kedatangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hingga berujung ricuh. Ahok diketahui hadir dalam acara peresmian RPTRA Penjaringan Indah. Ratusan demonstran yang gagal menghadang Ahok, baik saat masuk maupun keluar, mengamuk ke petugas keamanan. Bahkan, warga melempari petugas dengan batu.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini